Pernah dengar sebuah daerah dengan nama Pasaman Barat? Semoga pernah ya. Belakangan menjadi sorotan karena dilanda gempa 6.1 Skala Richter pada 25 February 2022. Gempa ini mengakibatkan banyak rumah roboh dan rusak, terutama wilayah Timbo Abu dan Kajai di Kecamatan Talamau yang merupakan pusat gempa. Namun dibalik bencana tersebut Pasaman Barat merupakan sebuah kabupaten yang mempunyai potensi wisata dan kearifan lokal yang luarbiasa. Masyarakatnya multietnis, multicultural, multibahasa dan multireligion tapi tetap damai dalam indahnya perbedaan. Selain itu, wilayahnya juga terdiri dari pegunungan, perbukitan, dataran rendah hingga pesisir pantai dan juga memiliki pulau-pulau dan wisata bawah laut. Waktu 24 jam sepertinya tidak akan cukup untuk menjelajahi kabupaten ini, namun sebagai orang lokal saya Mau memberi rekomendasi untuk kamu yang Mau berkunjung ke pasaman Barat tapi tidak punya banyak waktu.


Berikut contoh schedule perjalanan yang bisa kamu lakukan. Khususnya untuk kamu yang suka sunset dan hobi mancing plus bonus bisa ketemu segerombolan kerbau.
Misalkan saja kamu dari kota Jakarta :
kamu bisa ambil penerbangan pagi dari Jakarta menuju Padang . Kurang lebih waktunya 1 jam 45 menit. Jika kamu berangkat dari bandara jam 07.00 WIB kamu sampai di Padang sekitar jam 08. 45 WIB paling telat jam 10.00 WIB. Nah, ada 2 alternatif angkutan yang bisa kamu pilih untuk menuju simpang ampek (Ibu kota Kabupaten), bisa dengan travel (angkutan pribadi yang disewakan) dengan harga 80 ribu/orang atau Bus dengan harga 40 ribu/orang sekali jalan. Bagi backpacker pasti memilih bus. Kalau kamu memilih BUS kamu bisa naik kereta api bandara menuju stasiun Tabing atau stasiun Air Tawar dengan harga 10 ribu kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju gerbang Universitas Negeri Padang sekitar 200 – 300 meter nah disana banyak mangkal Bus warna merah, para Bapak – Bapak agen pasti nanya kamu mau kemana?. Bilang saja mau ke simpang ampek. Bus_nya berangkat per jam dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore stanby.


Perjalanan dari kota Padang menuju Pasaman Barat berkisar 3,5 – 5 jam. Diperkirakan kamu sampai sekitar jam 4 sore. Masih ada waktu buat ke Suak Maligi tentu saja harus sewa motor dengan harga Rp. 100.000/sekali jalan atau kalau rame bisa sewa mobil Rp. 250 ribu/sekali jalan. Kalau mau hemat hubungi teman.
Dari simpang empat ke Suak, butuh waktu lebih kurang 45 menit. Nah kira – kira kamu sampai jam 5 sore. Langsung capcus mancing sembari menyaksikan sunset dan kerbau yang keluar dari suak. Indah banget pokoknya.
Nah, setelah menyaksikan sunset, sekitar pukul 06.30 kamu bisa kembali ke simpang empat. Makan malam di simpang empat, menginap (harga penginapan berkisar Rp. 100.000 – Rp. 350.000). Kamu bisa kembali ke Padang jam 05.00 pagi. Ambil penerbangan siang juga masih terkejar. Seandainya kamu terbang pukul 13.00 WIB, kamu masih sempat makan siang di kota Padang sebelum terbang dan kamu akan sampai di Jakarta pukul 14.45 WIB. Masih bisa istirahat dan bobok cantik sebelum kembali ke rutinitas ibu kota Jakarta.

Nah, untuk sekedar piknik, mancing dan hunting foto cukup lah ya. Tapi sebaiknya ambil cuti 10 hari minimal untuk bisa menikmati lebih banyak lagi lokasi estetik dan unik di Pasaman Barat.

Spiritualisme Dan Nasionalisme Dari Seorang Pembuka Agama

Previous article

Empat Suku Awal Minangkabau

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *