EdukasiOpini

Bentuk Peperangan di Ramadan

0

Bulan Ramadan pada dasarnya adalah bulan yang dijanjikan sebagai bulan yang di penuhi dengan sejuta keberkahan bagi umat islam di seluruh dunia. Hal ini dipengaruhi oleh janji Allah SWT pada bulan Ramadan amal ibadah umat islam akan dilipat gandakan. Secara logika berfikir hal ini menjadi dorongan bagi seluruh umat islam untuk lebih meningkatkan ibadahnya di bulan Ramadan. Fenomena yang paling mudah untuk dilihat adalah berbondong-bondongnya umat islam ke masjid pada bulan ini, tidak hanya untuk menunaikan ibadah shalat tarwih namun juga shalat wajib. Dimana jika pada hari biasa diluar bulan Ramadan masjid terlihat itu-itu saja jamaahnya namun pada bulan Ramadan masjid mengalami peningkatan jamaah.


Berbicara masalah ibadah dalam Islam, ibadah dalam islam diartikan sebagai taat kepada Allah dengan menjahui segala larangan-Nya dan melaksanakan semua perintah-Nya yang mencakup semua yang dicintai dan di ridhoi oleh Allah SWT baik secara ucapan maupun perbuatan. Disini sangat jelas bahwa ibadah secara gamblang ditegasakan perbuatan yang tujuannya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengikuti perintah-Nya dan menjahui segalara larangan-Nya yang dimulai dari hati, ucapan dan perbuatan. Dimana ibadah dalam islam tidak boleh mengada-ngada dan terlalu dipaksakan namun dilakukan secara optimal dan maksimal sehingga jika ibadah dikerjakan secara wajar akan mendatangkan nilai kebaikan bagi umat islam serta umat manusia di muka bumi ini.


Pada dasarnya segala aktifitas dimuka bumi ini yang dilakukan oleh umat islam selama mencakup perintah Allah dan tidak mendekati larangan Allah maka hal itu adalah Ibadah. Makanya bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat islam di seluruh dunia. Apa hal yang paling sulit untuk dilakukan oleh umat islam saat bualan suci Ramadan demi untuk menjaga ibadah puasanya tidak sumbing atau terjaga 100% yaitu menjaga lidah mereka dari perkataan kotor, menyakiti hati orang lain atau malah mencaci maki orang lain.


Media sosial sendiri menjadi tempat bagi sebagian besar penduduk dunia untuk menumpahkan unek-unek mereka atau sekedar saling berbagi info pengalaman mereka sehari-hari. Melihat Facebook yang menjadi Media sosial paling banyak di akses oleh penduduk Indonesia saat ini seharusnya akun facebook yang dimiliki oleh penggunannya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin demi mendapatkan keberkahan di bulan suci Ramadan.


Beberapa tahun menjelang dan sesudah pemilu 2019 media Facebook banyak digunakan sebagai media sosial propaganda untuk menyebar berita Hoaks dan ujaran kebencian. Celaknya banyak pengguna media social facebook tidak melakukan literasi media terlebih dahulu sehingga informasi ditelan mentah-mentah dan lebih mengkawatirkan adalah berita bohong dan ujaran kebencian tersebut di sebarkan lagi. Satu teori propaganda adalah menyebarkan berita bohong, yang menarik perhatian masyarakat jika berita bohong ini semakin banyak yang menyebar luaskan maka lambat laun berita bohong akan menjadi suatu kebenaran di tengah masyarakat. Inilah hal yang paling ditakutkan oleh masyarakat yang peduli dengan bangsa ini, bukan berarti masyarakat yang yang ikut menyebar luaskan berita bohong tersebut tidak peduli dengan Indonesia namun mereka tidak sadar saja atau belum mempunyai kemampuan dalam menelaah informasi yang beredar.


Di bulan suci Ramadan ini, melakukan literasi media dan berusaha mengkounter isu hoaks dan ujaran kebencian adalah bentuk jihad yang sesungguhnya dan berkeyakinan bahwa inilah bentuk perang yang harus dilakukan oleh umat islam Indonesia saat ini. Bagaimanapun tanggung jawab menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia terutama umat islam yang merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar di Indonesia.


Di bulan suci Ramadan ini, melakukan literasi media dan berusaha mengkounter isu hoaks dan ujaran kebencian adalah bentuk jihad yang sesungguhnya dan berkeyakinan bahwa inilah bentuk perang yang harus dilakukan oleh umat islam Indonesia saat ini. Bagaimanapun tanggung jawab menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia terutama umat islam yang merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar di Indonesia.

  • Gusveri Handiko ll DD SUMBAR

Ramadan demi Persaudaraan Umat

Previous article

Politik dan Pelintiran Kebencian

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi