Opini

Belajar dari Ukiran Rumah Gadang

0

Ragam ukiran pada rumah gadang terdiri dari banyak ragam dengan mengambil isi alam sebagai namanya. Tumbuhan dan hewan menjadi penamaan dari jenis ukiran rumah gadang. Ukiran ini menjadi simbol kekayaan alam Minangkabau itu sendiri yang terdiri dari gunung, bukit, laut, sungai, lembah dan lainnya hanya gurun saja yang tidak ada di wilayah ini. Ada banyak jenis ukiran di rumah gadang diantaranya adalah:

  1. Kaluak Paku (tumbuhan pakis), yang melambangkan akan ajaran “ kaluak paku, kacang balimbiang, anak dipangku, kamanakan di bimbiang” artinya anak dan kemenakan sama sama menjadi tanggung jawab lelaki dewasa di Minangkabau. Tugas seorang lelaki tidak hanya pada anaknya saja, termasuk ponakan dari saudara perempuan (kamanakan).
  2. Pucuak rabuang (rebung=tunas bambu), memiliki makna filosofis untuk hidup seperti bambu. Ketek Baguno, gadang ta pakai”. Jika di lihat pada bambu, ketika kecil (tunas) bisa dimasak. Sementara ketika sudah tumbuh besar, dia tidak kehilangan manfaat. Bambu bisa dipakai untuk membangun.
  3. Saluak laka, sebagai bentuk sistem kekeluargaan di Minangkabau
  4. Jalo yang menunjukkan sistem pemerintahan lareh Bodi Chaniago
  5. Jarek Sebagai lambang pemerintahan lareh koto Piliang
  6. Itiak Pulang Patang (itik pulang di sore hari), melambangkan bahwa masyarakat Minang adalah orang orang yang tertib. Diibaratkan bagaimana itik yang berbaris dengan rapi ketika pulang ke kandang.
  7. Saik Galamai sebagai lambang bahwa orang orang Minang adalah orang yang teliti. Galamai sendiri adalah makanan dari daerah Minangkabau yang kenyal. Ketika memotongnya harus dengan teliti, jika tidak tangan adalah taruhan. Filsafat kehati-hatian itu yang digunakan dalam ukiran ini
  8. Si kambang Manih dan Siriah Gadang (daun sirih) sebagai lambah keramah-tamahan masyarakat Minangkabau.

Itulah makna dari motif ukiran rumah adat di Minangkabau. Namun sekarang, sangat langka ditemui lagi orang membangun rumah gadang dengan keindahan seperti ini. Mungkin kesulitan mencari bahan baku untuk membuat rumah atau memang biaya untuk membuat rumah gadang memang lebih mahal. Bisa jadi juga, karena kurangnya kemampuan generasi sekarang untuk membangun karya besar ini.

Ukiran rumah gadang memang bukan sebuah hal yang harus di puja puji oleh orang minangkabau namun ukiran-ukiran tersebut memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Minangkabau dalam menjalankan hidup mereka. Hal ini selaras dengan falsafah hidup orang Minangkabau itu sendiri yaitu Alam Takambang jadi guru yang artinya masyarakat minangkabau dalam menjalankan hidup mereka harus belajar kepada alam.

Memang harus di akui banyak daerah di indonesia yang telah terkikis kebudayaannya tidak terkecuali Minangkabau. Dimana rumah gadang sudah susah untuk di cari di daerah ini hal ini berbanding terbalik dengan wilayah Bali yang terus menjaga budaya mereka dalam bentuk fisik yaitu ukiran dan seni pahat. Namun redaksi tidak berhenti berharap bahwa suatu saat akan ada kelompok orang Minangkabau yang berusaha mempertahankan budaya Minangkabau dalam bentuk fisik sehingga sumatera barat dapat menjadi tujuan wisata budaya baru di indonesia.

Tahapan Perpanjang STNK Motor 5 Tahunan di Samsat Bukittinggi

Previous article

FPI dan Khilafah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini