Baru-baru ini beredar video yang di terbitkan oleh akun youtube Persada Nusantara Discovery yang mempublikasikan informasi tentang kerajaan majapahit. Polemik pun munul dari informasi yang ditayangkan oleh channel youtube ini. Dimana mereka mengklaim bahwa kerajaan majapahit mengakui adanya islam dimasa itu, dengan menunjukkan sebuah bendera tauhid yang di klaim sebagai panjinya patih gajah Mada di masa itu. Bukan hanya itu hannel ini juga menayangkan argumentasi tentang kerajaan majapahit dengan mengait-ngaitkan prasasti majapahit dengan keberadaan islam. Tentu saja hal ini belum dapat dibuktikan kebenarannya karena bukti yang mereka sajikan terkesan hanya di buat-buat dengan mengait-ngaitkan prasasti majapahit yang ada dengan agama islam.

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan dalam peradaban Hindu-Buddha di Indonesia. Kerajaan yang bercorak agama campuran ini (Hindu dan Buddha dianut oleh mayoritas masyarakat) bertempat di wilayah sekitar Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Kurun waktu berlangsungnya kerajaan ini adalah antara tahun 1295 M hingga tahun 1527 M. Beberapa tokoh ternama dalam kerajaan ini adalah Raden Wijaya, Hayam Wuruk, Girindawardhana Wikrawardhana, hingga Gajah Mada. Masa kejayaan dari kerajaan ini terjadi pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk bersama patihnya yang bernama Gajah Mada.

Kerajaan ini mengalami kemunduran dikarenakan gabungan banyak peristiwa. Peristiwa tersebut antara lain Perang Paregreg (1405-1406), kedatangan utusan Negara Cina era rezim Dinasti Ming bernama Cheng-Ho, hingga perebutan kursi kekuasaan yang membuat Kerajaan Majapahit lemah dalam menghadapi serangan kesultanan Demak. Beberapa peninggalan yang sering menjadi rujukan utama untuk mengkaji kerajaan ini adalah Prasasti Canggu, Prasasti Kudadu, cerita dalam buku bernama Babad Tanah Jawi, Kitab Pararaton hingga Kitab Negarakertagama. Kerajaan Majapahit menjadi sumber inspirasi kaum nasionalis di era pergerakan nasional Indonesia untuk membangun rasa persatuan, kesatuan, dan kebangsaan Indonesia.

Melihat sejarah panjang kerajaan majapahit yang dikenal sebagai kerajaan yang bercorak hindu-budha atau kerajaan yang bercorak ampuran di indonesia. Tentunya akan menjadi suatau peluang baru bagi kelompok-kelompok ekstrimis yang memakai agama islam dalam menyebarkan doktrin mereka. Doktrin yang sering menyentuh hal-hal yang bersifat keagamaan apalagi agama tersebut merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar di indonesia maka jauh lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat dengan kondisi literasi bermedia yang minim.

Memakai kerajaan  majapahit yang di kenal sebagai kerajaan terbesar di indonesia dengan mengait-ngaikan prasasti yang ditemukan sebagai bentuk keberadaan kerajaan tersebut dimasa lalu dengan keberadaan islam yang di buat ada dimasa kerajaan majapahit akan menjadi peluang besar untuk menggaet masyarakat. Masyarakat akan dengan mudah dibohongi dengan hal-hal yang mereka tidak pahami yang dikaitkan dengan agama kepercayaan mereka. Hal ini hampir mirip dengan pola kelompok separatis ataupun teroris dalam merekrut anggota.

Harus diakui bahwa bangsa indonesia sangat bangga akan sejarah masa lalunya dengan mempunyai dua kerajaan besar di asia tenggara yaitu majapahit dan sriwijaya. Namun juga harus diakui bahwa masyarakat indonesia banyak yang tidak terlalu paham dengan sejarah masa lalu. Menggunakan sejarah yang dibangga-banggakan bangsa ini akan menjadi peluang yang sangat besar untuk menanamkan doktrin negatif dengan memutar balikkan sejarah dan memanipulasi informasi sejarah. Ini adalah cara baru dari kolompok yang tidak bertanggung jawab untuk mencari dukungan masyarakat yang pada akhirnya digunakan untuk kepentingan mereka pribadi.

Sampai sekarang belum jelas apa yang kelompok ini tuju dengan mamutar balikkan sejarah kerajaan majapahit dengan agama islam. Namun yang pasti memutar balikkan sejarah dan mengait-nagitkannya dengan hal-hal yang tidak berkaitan adalah sebuah kejahatan yang serius. Dan pada akhirnya channel youtube tersebut menegaskan bahwa islam sangat memerangi kaum komunis, sehingga dapat di spekulasikan channel tersebut berorientasi untuk memecah belah bangsa ini untuk kepentingan mereka pribadi.

Ketika kelompok tersebut berani mengklaim bahwa apa yang mereka temukan adalah sebuah kebenaran, seharusnya mereka tidak memposting di media dengan jumlah jangkauan yang rendah. Seharusnya jika mereka beranggapan bahwa apa yang mereka teliti adalah sebuah kebenaran seharusnya mereka mempublikasikan dalam televisi nasional. Namun hal itu tidak mereka lakukan, artinya mereka menyasar kelompok-kelompok tertentu di tengah masyarakat. Dengan harapan mereka termakan dengan kebohongan yang dibuat oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab ini. 

Gusveri Handiko
Blogger Duta Damai Sumbar Tamatan Universitas Andalas Padang Menulis Adalah Salah Satu Cara Untuk Berbuat Baik

    Bahas Kasus Hijab, Duta Damai Sumbar Lakukan Audiensi Bersama Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat

    Oleh : fadhilla sri wahyuni (Duta Damai Sumatera Barat)

    Previous article

    Agamaku Biarlah Menjadi Urusanku dengan Tuhan

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Edukasi