EdukasiKonten Kreatif

Youtuber Blakblakan!

0

Youtube menjadi salah satu platform yang sering dimanfaatkan orang untuk mengekspresikan diri mereka ke masyarakat. Mereka sering membangun image yang apa adanya di depan kamera melalui platform ini.

Setidaknya ada dua jenis youtuber, Pertama youtuber yang menjadikan youtube sebagai alat mencari nafkah dan dan Kedua, youtuber yang menyalurkan ekspresi sebenarnya dari mereka. yotuber yang pertama ini adalah mereka yang membangun karir disini dan biasanya sering membatasi diri dengan aturan-aturan moral yang terlalu komplek untuk membangun nama mereka.

Youtuber jenis kedua ini biasanya adalah youtuber yang memang tidak membangun karir di youtube namun menyalurkan keresahannya selama ini disaat harus berpura-pura di depan kamera dengan rata-rata latar belakang mereka adalah publik figur. Youtuber jenis kedua inilah yang sangat menarik untuk di bahas.

Hadirnya media mainstreem seperti televisi dan industri media membuat orang tergiur berbondong-bondong ke industri tersebut. Ternyata industri tersebut harus membangun image dengan standar sangat tinggi. Artis atau publik figur harus mampu membohongi diri mereka sendiri agar mampu menjadi seperti apa yang di inginkan oleh penggemar mereka. Dampak positifnya adalah uang mengalir secara deras di sektor tesebut sehingga orang industri televisi, musik dan film memiliki kekayaan yang sangat luar biasa melebihi anggota dewan di senayan.

Dampak buruknya adalah mereka jadi lebih mudah terganggu secara emosional dan harus terus mencari ketenangan setiap saat. Salah satunya adalah dengan menggunakan Narkotika. Saat ini mungkin tidak terhitung deretan artis yang harus dihukum karena narkoba. Mungkin ada dari mereka yang merasa tidak adil kenapa mereka lebih mudah untuk di blow up oleh aparat karena memakai Narkoba dan ketahuan sehingga harus di tangkap. Namun jika lebih diteliti lebih dalam lagi hal ini disebabkan efek image mereka yang telah luas dapat memberikan efek yang juga luas kepada masyarakat untuk tetap menjahui Narkoba, sukur-sukur sampai pada pengguna aktif narkoba itu sendiri namun itu sangat kecil kemungkinannya.

Jika di teliti lebih dalam lagi industri hiburan tanah air memiliki efek samping negatif yang juga relatif sama dengan efek positifnya secara individu. satu tahun belakangan ini selain dengan menggunakan hal-hal yang sifatnya merugikan pribadi ternyata ada hal yang lebih positif yang dapat dilakukan yaitu mengekspresikan diri melalui Youtube.

Ternyata selain dapat mengurangi stress dengan siknifikan juga dapat mengedukasi masyarakat umum secara perlahan-lahan. Youtube menjadi alat untuk menunjukkan gagasan dan diri mereka yang sebenarnya ke seluruh subscriber mereka. inilah deretan youtuber yang menurut penulis membawa perubahan pola pikir baru pada subscriber mereka.

Danila Riyadi
Rizky Firdaus Wijaksana (UUS)
Gofar Hilman
Onadio Leonardo
Reza oktavian

Memang mereka adalah artis dengan bagi sebagian besar orang indonesia di anggap tidak layak untuk dicontoh secara seharian. namun bagi sebagian orang lain banyak hal yang dapat mereka ambil dalam keseharian mereka dan pengalaman dimasa lalu mereka. sebagian orang sangat percaya tidak harus melalui hal negatif dulu agar dapat belajar namun belajar dari orang yang dahulunya pernah terpuruk dalam masalah dan cacian jauh lebih mudah untuk dilakukan.

Mereka mampun menjadi influencer dengan perspektif yang sangat berbeda dengan hal yang di inginkan oleh masyarakat umum di indonesia namun mereka mampu memberikan perubahan pola pikir secara perlahan bagi pembangunan pola pikir para subscibernya agar mampu melihat orang dari segala sisi bukan hanya dari sisi positifnya saja. Jika anda tidak suka jangan ikuti namun cukup tahu saja supaya anda bisa terus mewas diri anda. Mungkin itulah yang mereka ingin sampaikan.

Jajanan Tradisional di coba Bule Bali

Previous article

Rayakan Idul Adha, Boy Rafli Amar Mencicipi Daging Kurban Dengan Mantan Teroris

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi