“Eh, Fulan, bantuin aku dong!”

“Iya, aku bantuin.”

“Eh, Naila, tolong kerjain tugasku dong!”

“Iya, aku kerjain.”

“Eh, ini dong. Eh, itu dong!”

“Iya, iya.”

Dialog di atas pasti sering kamu dengar dan saksikan sendiri, atau tidak kamu pernah melakukan hal tersebut. Wah, apakah kemungkinan kamu seseorang people pleaser?

Apa itu people pleaser? Apakah baik untuk diri sendiri atau malah merupakan hal negatif yang harus dihindari?

People Pleaser (PP) merupakan suatu sikap seseorang yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang-orang di sekitar mereka. Bagi mereka wanita, bisa disebut good girl syndrome. Mereka memiliki kecenderungan untuk melakukan apa pun agar orang lain tidak kecewa atau marah akan dirinya.

Tahukah kamu bahwa hal tersebut tidaklah baik dilakukan? Menjadi orang tidak enakan itu boleh-boleh saja, tetapi ada batasannya. Jika terus-terusan dilakukan, sama saja kamu menyakiti diri sendiri. Hasil akhir pun dapat dilihat bahwa kamu tidak bahagia.

Ada beberapa faktor yang menjadikan seseorang people pleaser. Berikut di antaranya.

  1. Mereka cenderung memiliki harga diri yang rendah
  2. Rasa cemas berlebihan sering mendominasi diri karena takut menjadi bahan omongan orang lain
  3. Mereka cenderung menghindari konflik apa pun agar tidak terlibat secara aktif.
  4. Adanya faktor budaya dan kehidupan sosial pada diri mereka yang menyebabkan mereka harus membantu sesama tanpa niatan menolak.

Selain faktor-faktor tersebut, tentu ada tips mengenai cara mengatasinya. Itu pun jika telanjur memiliki. Apa saja? Berikut caranya.

  1. Beranikan diri untuk berkata tidak jika kamu benar-benar lelah dan capai.
  2. Mulailah mencintai diri sendiri dan tingkatkan kepercayaan diri yang rendah.
  3. Jangan pedulikan kata orang yang membuatmu sakit dan pedih hati
  4. Selalu ingat hal-hal buruk yang akan terjadi di kemudian hari jika kamu menolong mereka, tetapi mereka malah menyalahkan kamu.
  5. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain jika kamu benar-benar tidak mampu lagi atau menyerah.
  6. Bercerita dengan orang lain agar beban di hati berkurang.

Nah, bagaimana? Apakah kamu sudah memiliki gambaran untuk menghilangkan sikap people pleaser?

Yui
Penulis dan Pengarang

    Bima Yudho, Maaf anda salah.

    Previous article

    Pesona Koto Anau; Tujuah Timbulun nan Balirik

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Edukasi