Bagi generasi milenial sosok Bima Yudho bukan hal yang asing lagi. Ya tiktoker yang satu ini menjadi viral lantaran mengkritisi pembangunan di daerah Lampung, namanya menjadi semakin terkenal karena dalam salah satu unggahan videonya mengucap kata Dajal. Selanjutnya Bima juga mengomentari percepatan pembangunan jalan di Lampung oleh pemda sehari sebelum kedatangan presiden seperti pembangunan Candi Prambanan yang hanya satu malam, dan maaf menurut penulis untuk hal yang satu ini anda salah.

Candi Prambanan proses pembangunannya memerlukan jangka waktu yang sangat lama. Proyek pembangunan Candi Prambanan telah di mulai sejak pemerintahan Sri Maharaja Rakai Pikatani Dyah Saladu yang merupakan raja ke tujuh dari kerajaan Mataram Kuno. Raja Rakai Pikatan berkuasa tahun 847-855 dan pada tahun 850 pembuatan candi Penambahan telah dimulai. Selanjutnya Rakai Pikatan digantikan oleh anaknya yang setelah naik tahta bergelar Sri Maharaja Kayuwangi Dyah Lokapala (855-885) , yang selanjutnya digantikan oleh Maharaja Dyah Tagwas Sri Jayakirtiwardhana (17 Februari 885 – 25 Agustus 885), digantikan oleh Maharaja Rakai Panumwangan Dyah Dewendra (885-887), digantikan oleh Sri Maharaja Rakai Gurunwangi Dyah Bhadra (Januari 887 – Februari 887).
Selanjutnya terjadi kekosongan pemerintahan hinggga tahun 894 Rakai Watuhumalang dinobatkan sebagai raja dengan gelar Sri Maharaja Dyah Jbang (894-898), digantikan oleh Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Dharmodaya Mahasambu (898-910), menurut catatan sejarah pada masa ini Candi Prambanan telah selesai di bangun dan disempurnakan pada masa Sri Maharaja Daksottama Bahubajra Pratipaksaksaya Uttunggawijaya (910-919), juga pada masa Sri Maharaja Rakai Layang Dyah Tulodong (919-927). Dari catatan sejarah yang terukir pada prasasti termasuk Prasasti Siwagrha dijetahui bahwa pembangunan Candi Prambanan yang dimulai sejak tahun 850 dan selesai tahun 910 bahkan masih perlu penyempurnaan hingga tahun 927 menunjukkan bahwa pembangunan Candi Prambanan memerlukan waktu lama, tenaga pekerja yang banyak, dan biaya yang besar mengingat pada masa itu belum ada teknologi canggih seperti saat ini sehingga menjadi wajar jika proyek pembangunan candi selesai dalam waktu yang sangat lama.

Lantas mengapa legenda atau cerita rakyat yang berkenaan dengan Bandung Bondowoso yang mengerahkan pasukan JIN untuk membangun candi demi meminang Roro Jonggrang muncul dan santer di kalangan Masyarakat Jawa kususnya?

Ada beberapa alasan,
Pertama: Masyarakat enggan menceritakan dan atau tidak tahu secara pasti silsilah raja-raja yang memprakarsai pembangunan Candi Prambanan dan takut kualat jika salah menyebut gelar dari para raja yang diagungkan.
Kedua: Fakta sejarah yang lama cenderung monoton sehingga tidak menarik untuk diangkat menjadi film.
Ketiga: Propaganda yang sengaja dihembuskan untuk menutupi fakta sejarah bahwa Leluhur Bangsa Indonesia telah maju dalam bidang arsitektur serta memanipulasi masyarakat jika memuja/menghormati Candi Prambanan maka mereka sedang memuja/menghormati ciptaan JIN.

Melalui tulisan ini penulis mengajak Bima Yudho, serta semua pembaca untuk memperkaya literasi sehingga diperoleh data yang sesuai dengan fakta. Terlebih Candi Prambanan dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO sebagai candi yang paling indah dan paling besar di Asia Tenggara, dan yang perlu digaris bawahi adalah Candi Prambanan bukan ciptaan JIN, tetapi merupakan buatan tangan leluhur bangsa Indonesia.

Suyadi

Penas Tani Spesial Di Padang

Previous article

Tidak Enak Menolak Ucapan Orang Lain, Apakah Kamu Seorang People Pleaser?

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi