Opini

The Power Of Forgiveness

0

Pada dasarnya hal  sangat mendasar yang menjadi penghambat dari kemajuan spiritual adalah mengontrol dan menghancurkan ego diri sendiri sebagaiman yang disampaikan oleh Seorang Bijaksana yang berasal dari India sebagai berikut “Walaupun seseorang dapat menaklukan beribu-ribu musuh dalam beribu-ribu pertempuran, Namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukan dirinya sendiri” beliau dikenal sebagai Pertapa Gautama.

Sebagai manusia, pasti akan mengalami naik turunnya kadar kualitas diri. Hal tersebut sangat wajar terjadi, tidak masalah dan jangan berkecil hati. Dengan melakukan instropeksi diri di tempat yang hening secara rutin, maka akan bisa membantu kita mengatasi hal tersebut, karena pada dasarnya tidak ada hal yang tidak mungkin didunia ini, selagi kita mau berusaha dan berdoa.

Keberanian untuk datang pada orang yang sudah memfitnah, dan memperlakukan kita secara tidak adil dan membuat kita merasa kecewa adalah merupakan suatu hal yang luar biasa dan sebagaimana yang diungkapkan oleh tokoh Rahul dalam Film Kuck-Kuck Hota Hai yang diperankan oleh Shahrukh Khan “Dengan meminta maaf tidak akan membuatmu menjadi rendah diri dan hanya orang yang memiliki keberanian yang dapat meminta maaf, serta hanya orang yang berlapang dada yang mau memafkan”.

Kekuatan dari meminta maaf dan memaafkan begitu luar biasa. Ketika kita meminta maaf maka kita dituntut untuk bener-benar nglembah manah (merendahkan hati, ngalah, bersabar), dan menempatkan diri pada posisi yang memang telah melakukan kesalahan atau bersalah pada orang lain dan telah membuat mereka kecewa, meskipun kita tidak melakukan kesalahan itu.

Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, maka energi positif yang sangat besar akan kita dapatkan, dan akan menjadi vibrasi yang sangat besar dan menyelimuti diri kita, sehingga akan menjadi maknit bagi orang-orang yang berada disekeliling kita menjadi nyaman, damai dan tanpa ketakutan ataupun kekawatiran.

Hukum tarik menarik dalam dunia metafisik energi sebenarnya terjadi ketika kita dengan hening dan mendiamkan/tidak membalas orang yang sudah memfitnah, mencela, atupun mempersalahkan kita, secara otomatis energi positif kita akan terus bersinar sehingga melampaui energi positif mereka yang memusuhi kita, dan cenderung energi positif mereka akan sewmakin meredup karena dalam diri mereka dipenuhi dengan energi negatif, dan ketika kita mau meminta maaf ke pada mereka, maka kita akan memperoleh sesuatu hal yang luar biasa  yang tidak dapat dikatakan  yang berasal dari semesta raya.

Lantas bagaimana jika orang tersebut tidak mau memaafkan kita? Hal tersebut bukan urusan/masalah kita. Hal tersebut menjadi masalahnya sendiri dan semakin jelas bahwa mereka dipenuihi degan kebencian, maka serahkan semua pada Sang Maha Suci.

Tanpa kita sadari kadang kita membuat orang lain tidak nyaman, padahal kita merasa tidak bersalah. Ketika kita telah membuat orang lain tidak nyaman, tak ada salahnya kita meminta maaf. Meminta maaf bukanlah hal hina, tapi sebaliknya adalah hal positif untuk memperkuat  kembali kontruksi kejiwaan kita. Setidaknya kita masih punya rasa bersalah dan dimampukan untuk meminta maaf. 

Kewajiban kita adalah meminta maaf, masalah mereka memaafkan atau tidak, tak perlu dirisaukan. Mereka yang bisa memaafkan kesalahan orang lain adalah orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan orang yang bisa berdamai dengan dirinya sendiri.

Lantas jika sudah dimaafkan atau memaafkan lalu bagaimana? Maka yang selajutnya kita lakukan adalah lupakan, lepaskan, tinggalkan semua beban. Dengan demikian akan meringankan beban perjalanan selanjutnya. Hal tersebut akan dapat benar-benar terjadi jika meminta maaf secara tulus dan memafkan sepenuh hati. Jangan lain di mulut lain di hati, atau dengan kata lain di mulut meminta maaf atau memaafkan tetapi dalam hati masih mendendam, niscaya semua akan menjadi omong kosong belaka. Jika kita tidak bisa memaafkan orang lain, artinya kita belum bisa berdamai dengan diri sendiri. Bagaimana mungkin akan bisa berdamai dengan orang lain, jika berdamai dengan diri sendiri saja kita tidak mampu. Semoga kita menjadi pribadi yang bisa memaafkan orang lain dan tidak malu meminta maaf.

#DamaiItuIndonesia
#DamailahDunia
#DutaDamaiSumateraBarat

Suyadi

LEBARAN DITENGAH PANDEMI JILID DUA

Previous article

Ujian di Hari Yang Fitri

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini