Edukasi

Apakah Kota Mu Sudah Menjadi Kota Inklusif?

0

Kota inklusif merupakan kota yang telah memenuhi standar segala stara sosial dan kebutuhan masyarakatnya secara kolaboratif, meliputi karakter, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, dan budaya yang ada dalam tatanan masyarakatnya.

Dalam menciptakan sebuah kota yang inklusif, semua stakeholder dan tatanan yang membangun sebuah kota harus berani mengambil peran dalam mewujudkannya sebuah kota yang inklusif. Inilah jajaran penting yang harus berani mengambil peran dalam mewujudkan kota inkluif diantaranya , pemerintahan kota, leading institution, praktisi, penyelenggaraan pelayanan public, masyarakat, akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Program pembangunan inkusif yang harus dilakukan oleh pemerintahan kota/kabupaten juga beragam diantaranya, dalam peningkatan infrasuktrur dasar dan pengembangan hunian layak bagi masyarakat marginal, peningkatan akses pendidikan, dan fasilitas dasar lainnya terutama bagi masyarakat marginal, peningkatan akses terhadap pekerjaan bagi masyarakat marginal, penyusunan rencana pembangunan yang partisipatif dan bottom up.

Sebagai seorang pemuda dalam mewujudkan kota inklusif dimasa yang akan datang hendaknya mengambil peran yang sangat penting untuk dibangun dan dipupuk dalam sebuah kepemimpinan sejak dini,

  • Seorang pemuda sebagai calon kader penerus mewujudkan kota inklusif harus memiliki wawasan society 5.0

Dimana pemuda harus dapat meneyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi 4.0 seperti internet on things (internet untuk segala sesuatu), artificial intellengence (kecerdasan buatan), big data (data dalam jumlah yang besar) dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Society 5.0 juga dapat diartikan sebagai sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Dengan jangkauan yang sangat luas, seorang pemuda dituntut untuk dapat mewujudkan wawasan society 5.0 dimasa yang akan datang

  • Harus memiliki digitalisasi segala lini

Penguatan media digital sudah tidak dapat dibendung lagi, karena dunia sudah mengalami bagaimana transformasi digitalisasi disegala lini akibat pandemi Covid-19. Sebagian besar masyarakat sudah terbiasa bekerja dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital dan banyak perusahaan pun menyadari kehadiran fisik bisa direplikasikan dengan dunia digital.

Pemuda masa kini rasanya sudah terbiasa menggunakan teknologi digital, dimana sekolah, bekerja bahkan acara seperti pernikahahan sekalipun dilangsukan secara virtual, karena pembatasan jarak yang dikhawatirkan dapat terjadinya kerumunan di masa pandemi ini.

  • Penjaga idealisme bangsa

Idialisme bangsa merupakan prinsip yang wajib dipertahankan, karena dengan kokohnya prinsip idealisme hukum dan perekonomian akan berjalan dengan baik dan lancar. Prinsip idealisme akan membimbing kesadaran manusia pada kesadaran yang menyeluruh dalam arti pentingnya tanggungjawab dan peran terhadap cinta tanah air.

Dalam mewujudkan kota inklusif seorang pemuda harus memiliki penjagaan terhadap idealisme bangsanya. Dampak dari pengaruh globalisasi terutama dalam bidang teknologi bisa membuat terkikisnya dasar akan pemahaman cinta tanah air, sebagai seorang pemuda tentunya penjagaan idealism adalah hal yang mendasar untuk dipupuk, agar tidak terpengaruh oleh budaya asing secara berlebihan.

Nah itulah standarisasi yang harus ada dalam terbentuk dan terwujudnya kota inklusif. Jadi bukan hanya peran pemerintah saja dalam mewujudkan kota inklusif ya sobat damai, hampir seluruh lembaga tatanan masyarakat harus ikut berperan dalam mewujudkannya.

Lihat dan pahami tatanan kota inklusif di kota mu, apakah kota mu sudah temasuk kota inklusif? Jika belum, mari kita wujudkan bersama-sama.

Husnul Hayati
For me, writing is a place for growing up. Of course, to write an article, it takes a lot of survival on the things that are needed, such as, based on experience, based on books, movies, biography and so on.

    Menormalisasi Pelaku Kekerasan Seksual, Apa Iya Solusi?

    Previous article

    Yuk Kenalan dengan “Warung NKRI”

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Edukasi