0

Tren hijrah saat ini menjadi gerakan yang sangat populer dikalangan milenial muslim, timbulnya kesadaran tentang gaya hidup yang lebih baik dan syar’I disegala bidang seperti cara berpakaian hingga finansial.

Kata hijrah berasal dari kata Arab yang berarti berpisah, pindah dari satu negeri ke negeri lain, berjalan di waktu tengah hari, igauan, mimpi. Istilah hijrah biasa dipakai dalam Islam dengan pengertian meninggalkan suatu negeri yang tidak begitu aman menuju negeri lain yang lebih aman, demi keselamatan dalam menjalan agama.

Apabila dicermati dengan seksama, interpretasi kata ‘hijrah’ yang baru ini sebenarnya masih memiliki kaitan dengan ‘berpindah dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik’. ‘Hijrah’ dalam perspektif yang baru dimaknai lebih personal, yakni perpindahan dari diri dengan segala masa lalu buruknya ke diri yang baru dan fitrah.

 ‘Hijrah’ ala generasi milenial tak mengharuskan kita untuk meninggalkan suatu tempat. Alih-alih pindah, yang harus kita lakukan adalah mengubah sikap dan prilaku yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Masalah ujaran kebencian karena Agama, Suku, Budaya, Pilihan Politik, serta Ras adalah salah satu bentuk kemunduran kita hari ini. Seolah-olah, di saat ini, semua isu-isu yang dahulu begitu sensitif untuk didengar, sekarang menjadi makanan sehari – hari.

Maka dari itu berhijrah untuk Indonesia adalah dengan meninggalkan hal-hal buruk pada era kemajuan teknologi informasi. Hal buruk itu seperti adu domba, hoax, dan ujaran kebencian. Hijrah demi terciptanya kedamaian, kerukunan, kemajuan, dan keutuhan NKRI.

Tahun 1440 H ini adalah momen baru perubahan. Sebab, makna hijrah kebangsaan itu sendiri adalah bergerak maju menuju kehidupan lebih baik, dan meninggalkan segala bentuk perbuatan buruk menuju perbuatan mulia demi kemajuan bangsa.

Hijrah kebangsaan memang diperlukan di tengah berbagai masalah yang mengelilingi bangsa ini. Untuk itu, hijrah itu sendiri perlu dipahami maknanya dengan baik, agar tidak mengartikannya asal tanpa dasar.

Hijrah kaum milenial membangun persaudaraan, bukan meruntuhkan. Hijrah kaum milenial adalah membangun persatuan bukan perpecahan.

Tahun Baru Islam untuk Indonesia

Previous article

Manfaat Hutang Negara

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini