Selain music K-Pop yang terkenal di industri hiburan  Korea Selatan, K-Drama juga adalah hal yang popular disana. Penikmat K-Drama tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Baru-baru ini sebuah K-Drama berjudul Pyramid Game ditayangkan, dan mendapat respon luar biasa oleh pecinta K-Drama. Episode terakhirnya baru selesai ditayangkan dua minggu lalu, dan ini adalah review drama tersebut yang bisa kamu jadikan referensi.

  1. Alur

Alur dari cerita ini menarik. Dimulai dari adegan saat pemeran utama yang bernama Soo-Ji memasuki kelas barunya. Ia menyangka kelas yang dia masuki sama dengan kelas-kelas yang sering ia masuki sebelumnya, ternyata itu adalah awal dari konflik menegangkan di hidupnya. Penonton juga akan dibuat melihat kilas balik dari pemeran antagonis di film ini. Film ini mudah diikuti, dan diakhiri dengan klimaks cerita yang sedikit mengejutkan. Pemeran utama dan antagonis dalam series ini digambarkan sebagai seorang sosiopat dan seorang psikopat. Soo-ji selaku main character  berusaha menghancurkan game pyramid ini melalui taktik dan kecerdasannya, namun di sisi lain tokoh antagonisnya juga berusaha mempertahankan jalannya pyramid game melalui harta dan kekuasannya. Game ini mengandung plot twist yang menjelaskan kenapa vilainnya menciptakan pyramid game tersebut.

2. Tokoh dan Acting

Tokoh Pyramid Game sendiri diambil dari idol grup, artis, maupun influencer kenamaan korea. Rata-rata tokoh di series ini adalah perempuan, karena ceritanya berpusat pada hubungan pertemanan di sekolah Perempuan Korea Selatan. Untuk skill acting sendiri, semua pemainnya tidak perlu diragukan. Semuanya totalitas dan benar-benar membuat penonton hanyut dalam ceritanya. Saking bagusnya, penonton tidak sadar terbawa suasana seperti marah, sedih, deg-degan, serta jengkel saat menonton film ini. Film ini banyak terdapat adegan kekerasaan yang cukup ekstrim, jadi disarankan untuk mempertimbangkan hal ini jika kamu termasuk orang yang bisa ketriger dengan adegan bullying.

3. Latar dan suasana

Latarnya lebih banyak mengambil lokasi di sekolah, toserba, dan rumah. Namun, dari awal sampai akhir hampir 80% cerita berlokasi di kelas. Gambaran dari sekolah elit benar-benar tersampaikan dengan mantap disini. Unsur pendukung series seperti musik, pencahayaan, wardrobe juga bagus. Ini adalah film terniar dalam menghadirkan sebuah scene dalam setiap ceritanya.

Seminggu di Markas Komando Marinir Cilandak

Previous article

Apakah aku gila hormat?

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *