Opini

RAMADHAN DAN TOLERANSI

0

Satu hari lagi tepatnya 13 April 2021 umat Muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan suci ramadhan, bulan yang penuh keberkahan dan rahmat dari Tuhan untuk umat Muslim secara khusus dan umat manusia secara umum. Bulan yang hanya datang sekali setahun bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa satu bulan lamanya. Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh hikmat bagi umat Islam sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Tuhan seperti yang terdapat dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 183.

Di bulan ini umat Islam diajarkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah kepada Tuhan, menahan diri dari segala yang membatalkannya, tak hanya perihal menahan diri dari lapar dan dahaga saja, tetapi yang paling utama adalah bagaimana kita menahan diri dari perkataan yang akan menyinggung perasaan orang lain, menahan tindakan yang akan menyakiti orang lain dan tentunya banyak lagi.
Sebagai sebuah negara yang berbhineka, yang penuh keberagaman, tentu bulan ramadhan menjadi bulan yang mengajarkan kita untuk saling mengerti satu sama lain, saling menghormati satu dengan yang lain, saling berbagi, saling menahan diri agar tidak menebarkan narasi-narasi kebencian diantara sesama yang akan menimbulkan perpecahan di antara umat manusia.


Bulan ramadhan selalu disambut dengan gegap gempita oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia, banyak cara yang bisa dilakukan oleh umat Muslim untuk sekedar menyambutnya, ada yang menyambutnya dengan menyalakan kembang api, petasan, ngumpul bersama keluarga yang jauh, atau bahkan jalan-jalan bersama sebagai bentuk kebahagian dalam menyambut bulan nan suci ini. begitu juga anak-anak, mereka menyambut bulan ramadhan dengan wajah yang sangat gembira dan semangat.

Entah itu hanya sebagai salah satu bentuk ekspresi yang menandai bahwa mereka akan berbuka puasa dengan makanan yang serba enak, atau sebagai bentuk bahwa puasa mereka akan mendapatkan imbalan dari orang tua mereka masing-masing, serta banyak lagi alasannya kenapa anak-anak juga ikut bahagia dalam menyambut bulan ramadhan.


Disamping itu, bulan ramadhan juga merupakan salah satu bulan yang kadar kepedulian antar umat beragamanya terjalin lebih tinggi dari bulan-bulan biasanya. Kenapa begitu? Karena hanya di bulan ramadhan inilah sikap saling berbagi antar umat beragama itu sangat terasa, seperti pembagian takjil diantara umat yang berbeda agama kepada umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Sehingga berbagai kegiatan-kegiatan kebersamaan lainnya banyak sekali dilakukan masyarakat kita saat bulan ramadhan ini. sehingga sikap saling memahami semakin tinggi, sikap toleransi antar umat beragamapun semakin terasa di bulan ramadhan nan penuh berkah ini.
Dulu, sebelum dunia diserang oleh pandemic Covid-19 saya beberapa kali menghabiskan ramadhan di negeri Jiran Malaysia, baik dalam kegiatan organisasi, pekerjaan, ataupun dalam kegiatan silaturahmi bersama keluarga yang tinggal disana.

Bulan ramadhan juga menjadi bulan yang sangat mengedepankan sikap toleransi antar umat beragama di sana. Suatu ketika saya dan teman-teman lintas agama terlibat beberapa kegiatan, saya sebagai seorang Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa merasa beruntung memiliki teman-teman yang berbeda dari segi keyakinan namun sangat tinggi dalam sikap toleransinya.


Beberapa sahabat saya dari Nepal, India, China, dan negara lainnya selalu mengingatkan saya untuk shalat, berbuka puasa jika waktu azan sudah masuk. Tak hanya sampai disitu ketika waktu jam makan siang datang, mereka malah minta izin kepada saya untuk pergi menjauh hanya untuk makan siang. Bahkan mereka sering sekali memberikan takjil untuk saya berbuka puasa. Di beberapa kegiatan saya dan teman-teman yang berbeda keyakinan itupun sering melakukan buka puasa bersama, berbagi takjil, dan sahur keliling bersama sebagai bentuk saling menghargai atas nama persaudaraan kemanusiaan.
Begitu juga di Indonesia, bulan ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim, dan bahkan dimeriahkan oleh seluruh umat agama lainnya yang ada di negeri ini. Berbagai kegiatan untuk saling silaturahmi dan saling berbagi juga menjadi agenda yang tak bisa ditinggakan oleh berbagai umat beragama di negeri ini sebagai bentuk sikap toleransi antar umat yang sedang menjalankan Ibadah sesuai kepercayaannya masing-masing.


Begitu indah toleransi jika kita mau saling menyadari dan menerima secara pebuh perihal keberagaman yang ada tanpa harus mengintervensi satu sama lainnya. Tanpa harus menjatuhkan satu agama demi meninggikan agama yang kita anut. Karena Tuhan mengajarkan kepada kita manusia untuk saling menghormati satu sama lainnya tanpa mebeda-bedakannya. Karena di mata Tuhan semua manusia sama, yang membedakannya hanyalah amal perbuatan kita masing-masing. Urusan surga dan neraka bukanlah tugas manusia, tetapi melakukan kebaikan adalah prioritas utama kita sebagai manusia. Semoga bulan ramadhan kali ini menjadi bulan yang penuh keberkahan untuk kita semua untuk lebih mengedepankan sikap toleransi di antara sesama.

Nuraini Zainal

Rakornas Duta Damai 2021, BNPT Tunjuk Putri Indonesia sebagai Duta Damai Kehormatan

Previous article

Makna Keris Minang Di Depan di era globalisasi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini