Opini

Politik Mayoritas di Indonesia

0

Penulis masih ingat kisah masa kecil dahulu dimana non muslim sering di bully kalau dulu namanya bukan bully namun di cemooh dan direndahkan. Dimana pada waktu itu siapapun teman sekolah penulis yang non muslim sering di bully dengan sebutan tidak pantas seperti kafir, pemakan babi, hingga pemakan anjing dan tidak jarang mengarah ke menghina lambang salib teman yang beragama non islam. Seiring berjalannya waktu penulis sudah tidak suka lagi menghina penganut agama lain yang minoritas. Hal ini di dasari oleh ajaran agama islam sendiri yang menyuruh menghormati agama lain dan berdasarkan pengalaman hidup dimana minoritas sering menjadi orang-orang hebat di antara kaum mayoritas.

Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kekayaan alam serta budayanya yang berbeda-beda termasuk kepercayaannya terhadap agama. Banyak negara lain yang memuji indonesia terkait kekayaan budaya ini yang bukan menjadi penghalang untuk maju namun menjadi modal untuk berkembang bagi indonesia. Setidaknya inilah yang telah di buktikan Ir.Soekarno dahulu saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

Harus kita akui, banyak gesekan yang terjadi di indonesia terkait perbedaan agama dan suku. Terkait gesekan agama dimana islam menjadi kaum mayoritas bagi sebagian ormas/kelompok sering memanfaatkan isu agama. Kemudian penganut yang islam yang lantang bersuara walaupun jumlahnya sedikit yang tidak merepresentatifkan keberadaan umat islam indoneasia mencoba menumbuhkan budaya dimana islam harus menjadi dasar dalam berbisnis atau berpolitik di indonesia. Tentunya hal ini sangat bertentangan dengan HAM maupun Pancasila itu sendiri.

Ada beberapa kasus di negeri ini yang mengatas namakan ajaran islam yang di pelopori oleh ormas/kelompok tertentu yang sering melakukan swiping atau menyidak warung makanan yang menjual makanan non halal yang dituntut oleh mereka untuk menutup usahanya atau di ganti menjadi makanan halal. Padahal bukan pemilik usaha yang salah kenapa orang banyak makan-makanan non halal di daerah tersebut, karena mungkin memang enak atau memang ajaran yang di ajarkan oleh ustad-ustad di sana yang memang tidak disukai oleh penganutnya sehingga mereka tetap makan-makanan yang non halal.

Pada akhirnya kelompok-kelompok inilah yang menjadi musuh umat islam di indonesia karena sudah menjadi islam sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka sendiri dengan berdalih untuk menegakkan ajaran islam di indonesia. Banyak orang islam maupun non islam yang sudah antipati terhadap kelompok-kelompok ini dan lambat laun akan membawa imbas pada islam itu sendiri.

“Bagaimana orang akan percaya islam kalau penganutnya doyan berdemo, bagaimana orang percaya akan islam ketika ustad-ustad nya doyan menghujat di mimbar dakwah dan bagaimana orang percaya akan ajaran islam jika agama sering dibawa ke ranah politik”

Begitulah ketika politik mayoritas menjadi bahan dalam mencari agenda dan kesibukan oleh sebagian orang di indonesia yang menggunakan agama sebagai alasan untuk membenarkan tindakan. Ayo umat islam indonesia sadarkan dirimu, sadarlah siapa musuh kamu sebenarnya.

Rektor UNAND : Kita Berharap Tidak Ada Paham Negatif Yang Merusak Keutuhan NKRI

Previous article

Kenapa Indonesia Beragam

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini