Opini

Mengambil Pelajaran dari Drama Tiongkok Heroes (2020)

0

Halo sahabat damai! pada tanggal 28 Juli 2020 lalu, Rumah Produksi iQIYI melalui saluran TV Tiongkok (CCTV) menayangkan sebuah serial drama berjudul “Heroes”. Drama dengan jumlah 45 episode bergenre Action, Historical dan Martial Arts yang mengangkat kisah biografi dari pahlawan yang merupakan praktisi seni bela diri Tiongkok bernama Huo Yunjia.

Pameran dalam serial ini dibintangi oleh aktor terkenal China bernama Vincent Zao sebagai Huo Yunjia, Nikita Mao sebagai Madam WANG, Shi Xiao Long sebagai Chen Zhen, WU Chao sebagai Nong Jin Sun, Zhang Yong Gang sebagai Wang Wu, Yang Zhi Gang sebagai Tan Sitong, Austin Sui/ Sui Ming Yang sebagai Huo Yuang Dong, Eddie Ko sebagai Huo Endi, Bingo Zhoung sebagai Xu Da You, Jason Zheng sebagai Shung Xing, Zhou Yujing Hao sebagai Xiao Wu, Ryan Kao sebagai Huang Wen Fa, Ping Hui Tay sebagai Sha Lang, Zhang Chun Zhong sebagai Ying Si, Xie Yu Chen sebagai Huo Dong Yuan, Siqin Gao Wa sebagai Mrs Huo, Jia Hong Wei sebagai Liu Zhensheng, Xu Zheng Guo sebagai Gao Qi dan Wang Zhi Yi sebagi Sha Yan.

Meski ceritanya mengangkat dari sebuah kisah history perjalanan hidup seorang praktisi bela diri, namun alurnya dibuat dengan konsep lebih moderen yang ditambah dengan beberapa bumbu-bumbu cerita yang membuat drama tersebut menarik. Sehingga bisa dikatakan kisah ini tidak terlalu sesuai dengan aslinya. Akan tetapi melihat dari situasi, konsep pakaian serta visual gambar yang ditampilkan, drama ini membuat seolah-olah memang terjadi pada masa lampau.

Setelah menonton full ke 45 episode secara berulang, jujur saja penulis sangat kagum terhadap alur cerita yang ditampilkan. Bagaimana semangat juang salah satu tokoh dalam menghadapi penjajah serta gigihnya perjuangan untuk mengangkat martabat bangsa dengan cara membuktikan bahwa streotip bangsa barat yang selalu melabeli orang-orang Tiongkok dengan sebutan “Orang Sakit Asia Timur” ialah salah. Tentunya dalam menghadapi penjajah, pastilah sulit. Ia harus menghadapi rintangan yang berat, tak hanya dari penjajah tetapi juga dari bangsanya sendiri.

Lantas pelajaran apa yang bisa dipetik dari Drama Tiongkok Heroes (2020) ini?

  1. Semangat Persatuan dan Perdamaian Serta Tidak Mudah Terprovokasi

Dalam serial drama ini menceritakan bagaimana pertikaian yang terjadi antar sekte bela diri yang ada di Tiongkok yang mana diantara mereka merasa lebih hebat dan lebih tinggi sehingga saling merendahkan satu sama lainnya. Hal tersebut berujung kepada aksi perkelahian serta saling bunuh antar kelompok. Disini Huo Yunjia sebagai ahli beladiri, bertekad untuk menghapus budaya-budaya lama tersebut dengan semangat persatuan serta perdamaian untuk membuat peradaban dan kemajuan suatu bangsa dalam melawan penjajah serta memuliakan seni beladiri dengan cara mengakhiri konflik.

Beberapa rintangan berat ia lalui seperti diprovokasi untuk melakukan pertarungan dengan perjanjian kematian, difitnah, diadu domba, serta dijebak oleh musuh agar dirinya bisa dihukum mati. Namun dengan ketenangan hatilah serta tidak mudah dikompori yang membuat Huo Yunjia bisa melalui itu semua sampai pada akhirnya ia bisa merangkul seluruh para pimpinan sekte beladiri dan bersatu membuat Asosiasi Atletich Elite untuk membangun generasi muda Tiongkok sebagai generasi yang terpelajar dan kuat.

2. Sikap Rendah Hati dan Pemaaf

Heroes (2020) - DramaPanda

Ketika Huo Yunjia ditantang bertarung oleh musuh-musuhnya, ia tak langsung menerima untuk berkelahi. Akan tetapi berusaha agar pertarungan itu tidak terjadi. Hal ini sesuai dengan misinya yaitu untuk menghapus budaya-budaya lama dengan semangat persatuan serta memuliakan seni beladiri dengan cara mengakhiri konflik seperti yang penulis tulis sebelumnya, namun melihat situasi dan kondisi yang panas, ia terpaksa harus menerima tantangan lawannya tersebut dengan hasil ia dapat memenangkan banyak pertarungan.

Memenangkan banyak pertarungan serta mendapatkan pujian dari warga, Huo tak lantas menyombongkan diri, dengan rendah hati ia mengucapkan terimakasih serta memuji bagaimana keterampilan bela diri lawannya tanpa ada rasa angkuh. Selain itu ia juga mudah memaafkan orang-orang yang pernah berbuat jahat kepadanya, termasuk murid yang berkhianat tanpa ada rasa dendam. Ia juga meminta kepada muridnya agar tidak balas dendam serta membunuh orang yang telah membuat kerusuhan ditempat mereka.

Namun kadang kesabaran itu ada batasnya, Huo Yun Jia terpaksa membunuh seorang bernama Li Yi Sing karena telah menganggu ketentraman hidupnya secara brutal serta membunuh keluarganya. Tak hanya itu, Li Yi Sing juga menyalahgunakan jabatannya untuk mendakwa orang-orang yang takbersalah dengan cara memberikan hukuman penggal kepala. Hal inilah yang membuat Huo Yunjia terpaksa membunuh sang penjahat yang tidak ada habisnya melakukan kejahatan serta melecehkan para wanita yang dijadikan budak pemuas nafsu untuk dirinya dan bangsawan asing.

3. Berpegang Teguh Menjadi Jurnalis Sejati

Dalam serial ini juga menceritakan bagaimana pengaruh media dalam memberitakan sebuah informasi. Pada beberapa episode, drama ini menampilkan salah satu media yang kerap membuat berita hoaxs yang terkesan mengkompori serta memprovokasi masyarakat dan para tokoh seni bela diri. Hal itu semata-mata dilakukan oleh Pimpinan Redaksii agar berita mereka heboh serta penjualan koran mereka laris manis. Tak tanggung-tanggung, media ini bahkan menjadi sponsor berupa menyiapkan arena untuk Huo Yunjia bertarung.

Tindakan dari pimpinan redaksi tersebut mendapatkan penolakan dari salah satu karyawannya berjenis kelamin perempuan bernama He Ma Li. Secara tegas He Ma meminta agar pimpinan redaksi itu menghentikan perbuatanya karena akan berdampak buruk bagi masyarakat. Bukannya menerima pimpinan redaksi itu justru memecat He Ma Li, bahkan namanya digunakan sebagai penulis dalam berita hoax yang diterbitkan. Sadar namanya telah disalah gunakan, He Ma Li pun sedih dan pasrah, bahkan ia sempat ingin bunuh diri. Namun ketika ia ingin melompat ke sungai, ia diselamatkan oleh salah satu murid Huo Yunjia. Disanalah He Ma sadar, bahwa jika dia bunuh diri dan mati, maka orang jahat tersebut menang.

Dengan memegang teguh prinsip seorang jurnalis yang mana meliput informasi serta memberitakan informasi yang benar, He Ma Li tetap melakukan pencarian informasi meski ia tidak bekerja di Media. Hal itu dilakukan untuk membantah semua berita bohong yang telah diterbitkan oleh kantor berita yang mempekerjakannya dulu. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Dokter Feeder (orang barat yang peduli terhadap orang-orang Tionghoa), ia turut membantu Dokter Feeder untuk mencari bukti bahwasanya Huo Yunjia tidaklah membunuh seorang pendekar dari sekte Cakar Elang yang dijuluki Suo Tuan Aneh. Alhasil ia dan dokter tersebut dapat membuktikan dipengadilan bahwa Huo Yunjia tidaklah bersalah.

Lanjut pada akhirnya, keburukan dari pimpinan redaksi tempat He Ma Li bekerja dulu akhirnya telah diketahui banyak orang. Pimred itu sempat berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, bukannya tobat ia tetap menjalankan provokasinya. Akhirnya pangeran Rong (yang merupakan saudagar kaya Sanghai) mengambil tindakan. Tuan Rong memberikan pelajaran kepada pimpinan redaksi tersebut dan memutuskan untuk membeli saham semua medianya. Alhasil Media itu ialah milik TN Rong, dan ia menunjuk He Ma Li sebagai pimpinan redaksi yang baru karena dinilai sebagai orang yang kredibel dan jujur.

4. Memuliakan Orang Tua

Huo Yunjia merupakan seorang anak yang berbakti, Setiap malam, Huo Yunjia selalu mencucikan kaki ibunya sebelum tidur. Meski ia terlihat sering menentang nasihat sang ibu untuk tidak bertarung. Namun sejatinya seperti yang telah penulis tulis sebelumnya, ketika ia melakukan petarungan, Huo memilih untuk tidak menerimanya karena mengingat nasehat sang ibu. Namun bagaimanapun Huo Yunjia terpaksa menerima tantangan itu karena faktor kondisi.

Disetiap tantangan dan pertarungannya, ia berusaha untuk melindungi keluarganya terlebih dahulu terutama sang ibu agar tidak diusik oleh musuh-musuh yang tengah akan berbuat jahat kepadanya.

Hal yang membuat ia tidak membalas dendam dan membunuh musuhnya yang kerap menganggu juga karena sebagai bentuk bakti kepada orang tua nya terutama ibu yang melarang Huo Yunjia melakukan perbuatan tercela. Pada akhirnya, sang ibu pun mendukung Huo Yunjia untuk bertarung. Sang ibu mendukung bukan untuk ajang pamer, akan tetapi untuk merebut martabat orang Tiongkok yang sering diolok-olok oleh bangsa asing (orang berkulit putih dan Jepang).

Akhir kata

Nah sahabat damai, itulah pelajaran yang bisa kita petik dari serial Drama Heroes (2020). Masih banyak lagi sebenarnya yang bisa dituliskan, namun sebagai bentuk menghargai karya hak cipta seseorang, penulis tidak mau terlalu spoiler dengan alur cerita yang ditampilkan. Alangkah lebih baik sahabat semua menonton langsung serial ini agar dapat mengetahui lebih banyak pelajaran apa yang dapat diambil dari drama tersebut. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata, sampai jumpa^^

Ar Rafi Saputra Irwan
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Anggota Duta Damai Dunia Maya Sumatera Barat

Polri : Terduga Teroris di Merauke Ternyata Sudah Berbaiat ke ISIS

Previous article

WAISAK DAN SHOLAT GERHANA

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini