Berita

Lukas Enembe : Maaf Saudaraku

0

Lukas Enembe, Gubernur Papua meminta maaf dan mengucapkan turut berbelasungkawa atas apa yang terjadi di Wamena beberapa minggu terakhir. Lukas Enenmbe menghimbau agar masyarakat tidak mengungsi dari Papua.

Pasca kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayapura, masyarakat berbondong-bondong untuk keluar dari lokasi kerusuhan tersebut. Kota Jayapura menjadi tujuan utama para pengungsi. Tercatat puluhan warga menjadi korban dari kerusuhan yang pecah pada tanggal 23 September ini. Sejumlah kantor pemerintahan dan perumahan warga terbakar. Tak hanya penduduk asli, para pendatang pun menjadi korban dari para perusuh.

Diperkirakan sekitar 5.500 pengungsi korban kerusuhan ditampung di Markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya sedang membutuhkan bantuan pakaian, makanan dan barang-barang keperluan anak serta perempuan.

Menaggapi kejadian ini, Lukas Enembe menyampaiakan permintaan maafnya.

Jayapura, Senin (30/9/2019)

Kepada yth.

Saudara-saudara ku masyarakat dari suku bangsa Minangkabau, Makassar, Bugis, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Sunda, Maluku, Nusa Tenggara dan suku bangsa Indonesia lainnya dimanapun saudara berada di seluruh Indonesia.

Dengan hormat, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Permohonan maaf dan rasa belasungkawa sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena pada tanggal 23 September 2019.

2. Pemerintah daerah dan TNI POLRI menjamin keamanan dan kenyamanan warga negara RI dimana saja mereka berada termasuk di Wamena.

3. Pemerintah daerah siap melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi aset-aset milik pemerintah daerah serta toko dan kios masyararakat yang rusak dan terbakar.

4. Penanganan mendesak saat ini adalah untuk mengevakuasi korban kerusuhan baik yang meninggal maupun yang luka-luka. Serta menyediakan makan dan minum serta kebutuhan hidup mendesak lainnya bagi masyarat yang mengungsi di Kodim dan Polres serta gereja dan masjid.

Demikian beberapa hal yang saya sampaikan.

Ditempat terpisah, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa isu ini dimulai dan berkembang dari hoax. Jokowi meminta agar masyarakat melakukan crosscheck dan tidak mudah percaya terhadap berita yang berkembang di media sosial.

Keterangan Gambar : Para pengungsi yang ingin meninggalkan Wamena (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)
Sumber Gambar : CNN Indonesia

Onriza Putra

Mekanisme Sebelum Melakukan Aksi Demonstrasi

Previous article

Aturan Demonstrasi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita