Edukasi

Kenali Tipe Kepribadian Growth Mindset vs Fixed Mindset.

0

Istilah growth mindset dan fixed mindset awalnya diperkenalkan oleh Carol Dweck dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success. Carol Dweck dalam bukunya mengatakan hal paling klise yang sering diabaikan orang bahwa cara pandang akan mempengaruhi bagaimana kita menjalankan hidup. Psikolog di Stanford University tersebut telah melakukan berbagai penelitian untuk membuktikan bahwa dengan membangun suatu pola pikir yang selalu mau berkembang adalah kunci dari suatu keberhasilan.

Growth Mindset

• Selalu mencari tantangan dan mau berkembang di bawah tekanan

• Lebih termotivasi saat segalanya menjadi semakin sulit

• Tidak membiarkan satu kesalahan atau kemunduran menghentikan potensi mereka

• Percaya bahwa kerja keraslah yang penting karena bakat alami tidak cukup

• Mencintai apa yang mereka lakukan dan tidak ingin berhenti melakukannya

Fixed Mindset

• Cenderung menghindari tantangan

• Kehilangan minat saat tugas menjadi sulit

• Perlu dihargai atas sedikit usaha yang telah mereka kerjakan

• Berkecil hati setelah penolakan atau kegagalan

• Mudah menyerah

Nah, berdasarkan penjelasan diatas, saya yakin bahwa setiap kita ingin memiliki pola pikir growth mindset. Namun, bagaimana kita dapat mengubah pola pikir yang telah bertahun-tahun ada dalam diri kita?

Menghilangkan kebiasaan buruk memang sangatlah sulit untuk dilakukan. Mengubah pola pikir negatif menjadi pola pikir positif memanglah tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi percayalah bahwa kita pasti bisa melakukannya.

Kita perlu mengingatkan diri untuk selalu berpikir dengan cara positif. Pola pikir menentukan kesuksesan kita. Kita perlu menemukan kekurangan dan kelemahan diri. Jangan pernah takut untuk menyadari kelemahan dan kekurangan kita. Kita justru perlu melakukannya. Dengan begitu, kita dapat menemukan cara terbaik untuk mengatasinya.

Jangan membiarkan pikiran kita mengintimidasi. Disaat kita berpikir tidak bisa, maka secara tidak langsung kita tidak akan bisa juga. Sebaliknya, disaat kita berpikir bisa, maka kita akan bisa juga. Percayalah bahwa kita tidak dapat bertumbuh jika menghindari kelemahan dan kekurangan diri. Kita harus menyadari, menghadapi dan mengatasinya. Dengan begitu, kita akan bertumbuh.

Ini adalah kutipan dari artikel Carol Dweck, seorang Profesor Psikologi dari Universitas Stanford:“Melalui penelitian sistematis selama lebih dari tiga dekade, Carol Dweck telah mencari tahu jawaban mengapa sebagian orang mencapai potensinya sedangkan sebagian lainnya yang sama-sama berbakat justru tidak, mengapa sebagian menjadi Muhammad Ali dan yang lainnya menjadi Mike Tyson. Ia menemukan kuncinya bukanlah kemampuan: ini berkenaan dengan cara kamu memandang kemampuan sebagai sesuatu yang melekat yang perlu ditunjukkan atau sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan.”Untuk siapa saja yang memasuki fase pertumbuhan pribadi dan perbaikan diri, hal ini akan tampak jelas. Ada dua tipe pola pikir dan semoga dengan membaca ini kamu akan mengenali beragam cara berpikir orang-orang yang kamu kenal.

Mengetuk Pintu Langit Untuk Nanggala 402

Previous article

PUASA MENURUT BABAD TANAH JAWA [Edisi I]

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi