Siapa yang tidak tahu dengan indra? Tentu semua tahu, bukan? Dalam KBBI, indra merupakan alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri (intuitif). Sementara itu, gabungan kata dari kata indra sendiri banyak, seperti indra keenam, indra pencium, indra pendengar, indra penglihatan, indra peraba, indra perasa, bahkan indra warta.

Lantas, bagaimana cara menangkap ide dari semua indra yang dimiliki manusia? Nah, hal ini cukup sederhana jika Anda menguasai tekniknya. Berikut uraiannya.

  1. Indra pencium (Alat untuk mencium bau yakni hidung)

Menggunakan indra penciuman, kita bisa mendeskripsikan apa pun yang kita bau. Tentu semua benda yang ada di dunia ini memiliki bau, termasuk manusia. Bahkan, makhluk alam gaib pun memiliki bau, ada yang anyir dan ada yang berbau seperti kembang tujuh rupa. Contoh salah satu ide yang didapat yakni bau kentut. Siapa pun tahu bagaimana bau kentut. Pasti bau, bukan? Bau kentut bisa dijadikan sebuah ide cerita jika kita mampu mengolah informasi. Tidak hanya itu, bau kembang pun juga bisa dijadikan ide jika mampu.

  1. Indra pendengar (Alat untuk mendengar yakni telinga)

Indra pendengaran sepertinya tidak asing lagi digunakan untuk membuat sebuah cerita atau memunculkan ide. Contoh saja saat seseorang mendengar suara hujan lebat, seseorang bisa menulis apa pun dari yang mereka dengar. Suara-suara yang terdengar di tengah malam pun bisa dijadikan ide horor jika imajinasi kita mampu mengolah menggunakan kosakata yang sederhana atau apik.

  1. Indra penglihatan (Alat untuk melihat yakni mata)

Banyak penulis yang menggunakan indra penglihatan untuk memunculkan ide. Mereka melihat apa yang bisa dilihat, lalu mengimajinasikan hal-hal tersebut sehingga menemukan sebuah ide. Berbicara mengenai indra penglihatan, tentu semua orang bisa mengolahnya, bukan?

Contoh sebuah ide menggunakan indra penglihatan, “Aku Melihat Rembulan di Kaki Gunung Merapi”. Nah, di sana, kita bisa bercerita, bagaimana bentuk bulan di sana, apakah lancip, petak, bulat, atau segitiga?

  1. Indra peraba (Alat untuk meraba yakni kulit)

Mengenai indra peraba, tentu sedikit terbatas jika mendapatkan ide. Hal ini karena yang dijadikan bahan hanya sentuhan, tidak yang lain. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan sebuah ide muncul dari apa yang diraba. Contoh ide dari indra peraba: “Kukira daging ayam, ternyata daging manusia”. Sejatinya, daging manusia dan hewan tekstur mereka berbeda. Bahkan, sesama hewan pun berbeda. Nah, di sini penulis harus jeli membedakan mereka. Gunakan informasi yang didapatkan dari indra penglihatan, lalu olah semua menjadi satu kesatuan yang utuh.

  1. Indra perasa (Alat untuk mengecap rasa yakni lidah)
    Sama halnya dengan indra peraba, indra perasa juga sedikit terbatas sehingga susah mendapatkan ide. Akan tetapi, itu tidak menjadi halanangan ide muncul. Bagi manusia, tentu banyak rasa yang bisa dicecap, yakni asin, asam, sepat, pahit, manis, dan kecut. Nah, hal itu bisa saja memunculkan ide-ide yang tidak terduga. Contoh: Kukira hanya air mata saja yang asin, ternyata teri yang dimasak ibu lebih asin. Dari contoh ide, tentu bisa membuat beberapa paragraf mengenai rasa asin.

Dari penjelasan di atas, sebuah ide muncul dari mana saja dan kapan saja. Semua indra yang dimiliki oleh manusia bisa digunakan untuk memulung ide. Tidak hanya itu, sebuah riset juga diperlukan untuk mengembangkan ide yang telah dapat. Jangan sampai ide sudah ada, tetapi tidak bisa dijelaskan karena riset yang minim.*

Yui
Penulis dan Pengarang

    Iklan Jadul Mie Instan Di Indonesia

    Previous article

    Point of View atau Sudut Pandang dalam Naskah

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *