By : Sulas

Sudah dipenghujung ramadan ni, berapa kali kamu berbuka dirumah bersama keluarga?. Mungkin jawabanya akan berbeda-beda secara tingkat sosialita manusia kan berbeda.
Asik sosialita coy .


Saya sendiri terhitung 8 hari (tidak berturut – turut) berbuka bersama di luar, berarti rata – rata 1 minggu 2 kali saya tidak berbuka bersama keluarga di rumah. Dari mulai berbuka bersama komunitas, alumni sekolah, bersama rekan kerja di kantor sampai teman tongkrongan. Otomatis dapat protesan dari orang tua. Apakabar kamu yang mungkin nyaris setiap hari berbuka bersama diluar. Jangan sampai dikelurin dari KK ya.


Haha becanda kakak. Yap. Berbuka bersama seperti sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kita, sisi positifnya tentu saja dapat mengembalikan ikatan tali silaturahmi yang mungkin sudah mulai longgar, atau bisa menimbulkan rasa kebersamaan yang mulai mencair kembali menjadi kental, apalagi kegiatan berbuka bersamanya tidak hanya makan-makan tapi juga diselingi dan disusupi kegiatan amal seperti kunjungan kepanti asuhan atau berbagi takjil dan sembako bagi yang membutuhkan bisa jadi menambah pahala juga kan.

Nah, jadi berbuka bersama itu bermanfaat, tapi ingat ambil positifnya. Selama bisa dikondisikan dan protesan keluarga bisa didamaikan berbuka bersama diluar sering -sering is okay aja. Apalagi bisa memberi manfaat untuk orang – orang sekeliling kita, tradisi baik patut dilestarikan.
Selamat menyambut hari raya idul fitri 1442 h Mohon maaf lahir dan bathin.

dutadamaisumbar

Standar Ketampanan dan Kecantikan Jadi Tolak Ukur Manusia Bumi

Previous article

Libur Lebaran di Rumah Bisa Ngapain Aja?

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini