Sumber Foto : Dok Pribadi

Dutadamaisumbar– Pemuda-Pemudi Sumatera Barat yang tergabung dalam 26 komunitas/lembaga yang peduli terhadap perdamaian dan keberagaman, mengadakan doa bersama dan pernyataan sikap pada Selasa (30/3) Via Zoom Meeting dan live streaming di Youtube Yayasan LBH Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pelita Padang dan LBH Padang ini berjalan dengan khidmat.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka merespon aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) kemaren. Dari berbagai informasi media, aksi terorisme ini terjadi di pintu masuk gereja dan menewaskan pelaku. Dalam sambutannya, Angelique Maria Cuaca menyampaikan bahwa acara ini digalang sebagai bentuk solidaritas anak-anak Sumbar untuk masyarakat Makassar.

“Setiap agama mengajarkan tentang perdamaian dan memberi penghargaan tertinggi atas kemanusiaan. Adapun pelaku teror berasal dari orang – orang yang berniat buruk dan sering mengatasnamakan agama atau mereka yang keliru dalam memahami nilai dari keagamaan. Padahal aksi teror terhadap orang yang berbeda keyakinan sama sekali tidak dibenarkan dalam ajaran agama apapun. Karena, pada dasarnya agama membawakan pesan kasih sayang, nilai – nilai kebaikan” ucapnya.

Menurut Indira Suryani (LBH Padang) dalam sambutan menyampaikan Indonesia adalah rumah bersama, terdiri dari ratusan etnis, ribuan budaya dan bahasa lokal serta berbagai agama dan kepercayan yang harus dilindungi negara. ” “Tak ada satupun yang harus dibenci, yang ada hanya rasa cinta ” tutupnya.

Puncak dari kegiatan ini adalah doa bersama dari perwakilan agama Islam (HMI Komisariat Ushuluddin dan Studi Agama), Khatolik (Pemuda Khatolik), Kristen (PMK PNP), Hindu (Peradah Sumbar) dan Budha (Forkasi Buddhist). Masing-masing pemandu doa, mendoakan agar bangsa ini tetap kuat dan senantiasa hidup dalam kedamaian.

Selain doa bersama, kegiatan ini juga menampilkan grup musik Rumah Pancasila, penampilan lagu (KMK Uneversitas Eka Sakti) dan pembacaan puisi berjudul Mencari Bom di Kitab Suci. Kegiatan ini ditutup dengan menyalakan lilin bersama sambil diiringi lagu Indonesia Pusaka.

Hasil dari pertemuan ini, seluruh komunitas/lembaga menyatakan :

  1. Berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa umat Katolik di Gereja Katedral Makassar
  2. Menyesalkan adanya aksi teror yang mengatasnamakan ajaran apapun
  3. Mendesak pihak keamanan untuk membongkar tuntas dalang dibalik aksi teror berantai yang terjadi di Indonesia
  4. Meminta pemerintah Indonesia memberikan rasa aman kepada korban serta umat Katolik di Gereja Katedral Makassar
  5. Meminta pemerintah Indonesia untuk terus melakukan pengedukasian terkait penolakan terhadap paham – paham ektrimisme
  6. Meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga perdamaian.

OP

Onriza Putra

Menakar Bom Bunuh Diri Katedral Makasar

Previous article

Bubur Diaduk atau Tidak Diaduk

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita