Hari raya idul adha merupakan sebuah ibadah qurban bagi umat beragama islam dan berqurban juga dilaksanakan untuk dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di suatu daerah.

Suasana Idul Adha kali ini berbeda dari tahun lalu saat pandemi mulai meluas. Tahun lalu shalat Idul Adha bersama masih diizinkan,  dengan syarat di zona hijau, dan menjalankan protokol kesehatan ketat. Pada  Idul Adha  2021 Menteri Agama RI meniadakan shalat bersama di tempat umum karena bersamaan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Tetapi walaupun ada yang berbeda dari tahun lalu untuk merayakan idul adha masyarakat Kota Bukittinggi tetap semangat dalam menjalankan hari raya idul adha dengan berqurban setiap masjid masih ada yang tetap melaksanakan qurban dan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu dengan memakai masker saat mengambil qurban di masjid.

Dan yang paling terpenting Secara histrois ibadah kurban bagi umat Islam memberikan satu pelajaran penting bahwa tidak ada korban manusia untuk kepentingan agama. Tuhan hanya menguji manusia untuk mengorbankan ego dan kepentingan pribadinya. Semangat ini menjadi cukup aktual ketika dikontektualisasikan dengan problem kebangsaan seperti radikalisme dan pandemi saat ini. Umat beragama dapat mengambil ibrah berharga bahwa agama sejatinya diturunkan untuk keselamatan jiwa, bukan untuk membinasakan jiwa. Pengorbanan terbesar dalam agama adalah mengorbankan ego dan kepentingan diri demi kesemalatan jiwa manusia seluruhnya.

Gita Ivani Gresela Waruwu

Sosok Maharudika di Olimpiade Tokyo 2020

Previous article

Menjaga Gaya Hidup Pada Saat Pandemi Covid-19

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita