Berita

Abdel: Saya Orang Minang!!

0

Redaksi- Duta Damai Sumbar, Abdel Achrian adalah seorang yang saat ini lebih dikenal sebagai komedian Stand up walaupun sebenarnya dia naik daun pertama kali di televisi pada sinetron tukang bubur naik haji. Sehingga sampai sekarang abdel lebih sering di panggil oleh para komik dengan panggilan “encing”.

Jika dilihat dari arti katanya Kata “Encing” dipakai untuk memanggil saudara perempuan dari bapak maupun ibu. Kata “Mamang” dipakai untuk memanggil saudara laki-laki dari bapak ataupun ibu. Ada versi lain dari arti kata “Encing” ini yaitu tentang “Encang” ataupun “Encing”. … Kata “Mantu” artinya menantu, istri atau suami dari anak kita. hal ini tentunya menjadi tanda tanya sendiri bagi nitizen serta beberapa masyarakat yang menikmati acara-acaranya.

Dilansir melalui halam wikipedia Abdel Achrian (lahir di Jakarta, 27 September 1970; umur 50 tahun) adalah pemeran, pelawak, presenter televisi Indonesia keturunan Minangkabau. Ia memulai karier sebagai penyiar radio, kemudian merambah dunia lawak melalui situasi komedi Abdel dan Temon bersama dengan Simson Rarameha. Ia juga menjadi presenter dalam acara rohani Mamah dan Aa dengan Ustadzah Mamah Dedeh.

Dalam channel youtube Helmy Yahya Bicara abdel menceritakan tentang bapaknya yang di panggil dengan sebutan “Papi”. Dia bercerita bahwa bapaknya berasal dari daerah tabing yang pada waktu itu masih seperti kampung di kota padang namun sekarang telah diangggap sebagagai daerah perkotaan di kota Padang.

“Bokap saya berasal dari tabing yang orang muhammadiyah sekolah di daerah jokja dan kost disana dengan orang kisten, jadi pada waktu itu nilai-nilai ke agamaan orang kisten tersebut kepada bokap” pungkas Abdel.

“kemudian bokap pindah ke jakarta dan tinggal di kampung pisangan dengan kultur budaya islam yang NU banget. Bokap kerja di IBM, jadi saya sangat belajar budaya toleran dari bokap saya sampai sekarang. yang saya sangat bangga adalah bokap bisa mendatangkan buya hamka ke kampung pisangan padahal buya hamka lebih dikenal dengan tokoh muhammadiyah” lanjut Abdel.

kemudian abdel juga mengatakan bahwa saya belajar komedi dari ibunya. ibunya adalah orang yang lucu dengan berfikir logis. abdel mengatakan bahwa bapaknya adalah pribadi yang serius dan yang dia ingat tentang pribadi bapaknya adalah kalau tidak marah pasti menyuruh dia. Namun dia mengatakan “hal-hal tersebut dapat kita pahami ketika kita sudah bisa berfikir logis”.

Mendorong Media Pemberitaan Mengkampanyekan Toleransi

Previous article

Hore!!! Sumbar Juara Umum MTQ Nasional

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita