Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang meyakini bahwa gender seharusnya tidak menghalangi seseorang menerima hak dan menunaikan kewajibannya. Baik laki-laki dan perempuan, semua punya kesempatan yang sama dalam memperjuangkan mimpi. Walaupun masih ada masyarakat yang tidak mengerti atau justru tidak menerima gender equality, beberapa tokoh perempuan ini justru sukses menjadi “living example” atau role model dengan tindakan dan karyanya, serta mendobrak stigma dan false belief  terhadap Perempuan. Berikut 3 tokoh tersebut:

  1. Malala

Saya tahu dengan Malala ini Ketika mengikuti kuliah speaking besama salah satu dosen di jurusan saya. Dia dan segala tindak tanduknya begitu heroik bagi kami semua. Ketika berusia sepuluh tahun, Taliban merampas haknya untuk mengenyam Pendidikan. Perempuan tidak diperkenankan untuk sekolah. Itu bukanlah hal yang adil untuk diterima. Malala tidak tinggal diam saja, dia melakukan aksi melalui pidato dan kampanye daring tentang kekejaman Taliban di negaranya. Hal yang sungguh berani menurut saya. Pada tahun 2011 Malala dianugerahi Hadiah Perdamaian Pemuda Nasional Pakistan. But the next thing adalah, di 2012 Malala mengalami penembakan di bagian kepala oleh kelompok Taliban, dia mengalami koma. Hal yang sangat menakutkan, tapi itu tidak mengubah tekadnya. Setelah sembuh, Malala tetap meneruskan advokasinya, dan melanjutkan pendidikannya di Inggris. Sampai sekarang dia masih memperjuangkan hak Perempuan di bidang Pendidikan. Such a brave and inspirative woman!

  • Maudy Ayunda

Siapa sih yang gak kenal dengan Maudy Ayunda? Aktris dan penyanyi terkenal dari Indonesia. Tidak hanya terkenal karena karya-karya dan pencapaiannya di dunia entertaimen, Maudy juga dikenal sebagai artis yang mementingkan Pendidikan. Tahun 2019 publik dihebohkan dengan kegalauan Maudy tentang memilih universitas lanjutan kuliah S2nya. Maudy diterima di dua universitas ternama di dunia, yaitu Universitas Harvard dan Universitas Stanford. Banyak public yang memuji kehebatan Maudy bisa diterima di dua kampus tersebut. At the end, Maudy memilih Stanford sebagai pilihannya. Sejak itu Maudy menjadi idola bagi siswa dan mahasiswa untuk tetap memprioritaskan Pendidikan sekaligus tetap semangat berkarya.

  • Rahmah El Yunusiyah

Saya mengenal sosok beliau ini Ketika belajar Administrasi Pendidikan di kampus. Ternyata banyak sosok Perempuan peduli Pendidikan yang lahir dan tumbuh di Sumatera Barat, salah satunya beliau. Beliau adalah pendiri Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang. Perguruan ini sangat terkenal, tidak hanya di Sumatera Barat, tapi juga di luar Sumatera Barat. Kepeduliannya terhadap Pendidikan juga membuat dia mendapat gelar syaikhah dari Universitas Al-Azhar Mesir.

Penulis : Diko Harianto

dutadamaisumbar

3 Tempat Reakreasi Grobogan

Previous article

My Top 3 Daily Activities

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi