EdukasiOpini

Tragedi Sriwijaya Air SJ 182, Antara Kemanusiaan dan Etika.

0

Pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2021, kembali terdengar kabar duka dari dunia Penerbangan Indonesia. Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh dikawasan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pesawat tipe Boeing 737-500 dengan kode registrasi PK-CLC ini mengangkut sekitar 62 jiwa, yang terdiri dari 6 kru aktif dan 56 penumpang dengan rincian 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Jujur saja, mendengar kabar itu sontak sangatlah kaget dan sedih. Terlebih lagi penumpang yang ada di dalam penerbangan itu salah satunya merupakan keluarga dari penulis (sepupu kakek dari ayah).

Dalam hati kecil ini, penulis mengucapkan rasa duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban dan pihak Maspakai. Berharap semoga adanya mukjizat yang datang, serta pihak keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan. Penulis juga berdo’a semoga seluruh pihak yang saat ini terlibat dalam upaya pencarian serta evakuasi diberi kesehatan dan kemudahan agar prosesnya berjalan lancar, Amin.

Selama beberapa hari pasca kejadian, penulis terus memantau perkembangan terkini mengenai situasi proses pencarian badan pesawat dan korban baik itu di portal media maupun di media sosial.

Akan tetapi sangat disayangkan dibalik berita edukatif dan informatif, ada aja berita hoax yang beredar di kalangan masyarakat.

Contoh nya berupa :

  1. Ditemukannya bayi yang selamat (Padahal bayi yang selamat itu dari kejadian tenggelamnya kapal KM Lestari Maju di Perairan Selayar Sulaewesi pada Juli 2018 lalu).
  2. Video detik-detik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 (Padahal itu Pesawat Ethiopia 961 yang dibajak dan jatuh di Samudra Hindia pada November 1996).
  3. Video amatir yang memperlihatkan bagian kulit tubuh manusia, barang bawaan korban serta puing-puing pesawat di permukaan air laut (Padahal itu merupakan video kejadian jatuhnya Pesawat Lion Air Boeing 737 Max pada tahun 2018 lalu).

Tak hanya hoax, ada hal lain yang membuat penulis hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengelus dada, yaitu kelakuan nyeleneh para netizen di media sosial.

Dikala respon warganet yang tengah menunjukan rasa kemanusiaan dengan sikap berempati serta turut merasakan duka, ada aja sekelompok orang melakukan sesuatu yang penulis nilai tidak memiliki etika dan hati nurani. Tindakan tersebut berupa membuat suatu lelucon-lelucon yang di klaim sebagai “Dark Joke” dan spekulasi-spekulasi liar dalam menganalisa penyebab jatuhnya pesawat.

Huft …

Penulis jadi berpikir sembari bertanya…

  • Apasi yang terlintas di pikiran mu ketika membuat berita hoax? apakah kamu pernah terpikirkan bagaimana sakitnya perasaan keluarga korban ketika mendapatkan berita itu? apakah kamu pernah berpikir kalau tindakan bodoh itu sangat berdampak buruk bagi masyarakat ?. Apasih yang kamu kejar ? Rating ?. Mau kejar rating agar terkenal gagitu juga konsep dan caranya! , itu bukan membuat kamu malah terkenal tetapi makin terpuruk! dah bahkan bisa berakhir di penjara.
  • Apa si yang membuat dirimu tega untuk menuliskan sebuah “Dark Joke” dalam menanggapi suatu peristiwa kecelakaan ? kalian kira itu keren ? atau menunjukkan bahwa kalian itu seorang sastrawan dalam permainan kata ?. Menurut penulis itu gak ada keren-kerennya kawan, cuitan itu hanya membuat keluarga korban merasa tersinggung dan tambah sedih!. Ingatlah gasemua hal bisa dijadikan lelucon!, jadi minta tolong banget untuk lebih memperhatikan situasi dan kondisi yang ada ya!.
  • Banyak yang berspekulasi serta berpendapat ini-itu mengenai jatuhnya pesawat. Pertanyaanya, apakah dirimu paham dengan mekanisme dunia aviasi? apakah dirimu merupakan orang yang memang berkompeten untuk melakukan hal itu ? apakah analisamu bisa dipertanggungjawabkan?. Orang yang memiliki kompetensi saja memilih untuk patuh terhadap prosedur dari pihak KNKT dan tidak mau terlalu banyak bicara. Adapun yang mencoba menganalisa hanya ulasan sepintas saja, dan itupun sebagian besar berniat untuk mengedukasi masyarakat agar tidak salah berpikir dan bukan untuk menarik kesimpulan, tetapi kenapa teman-teman semua berani menyimpulkannya sendiri? bahkan dengan mengedepankan sentimen negatif lagi. Wewenang kawan untuk itu apa ? Coba dipikir-pikir lagi ya.

Sahabat damai ketika terjadinya suatu peristiwa tragedi kecelakaan, alangkah lebih baik kita menunjukan rasa kemanusiaan dari pada melakukan hal-hal yang mana tidak ada faedahnya sama sekali.

Penulis sangat mengapresiasi masyarakat yang menunjukan rasa kemanusiaannya dengan sikap turut berempati dan merasakan duka. Ada juga yang membuat sebuah postingan tentang momen-momen baik para korban saat masih hidup. Tindakan seperti ini merupakan suatu buntuk sikap saling peduli serta menguatkan dan tentunya sebuah tindakan yang baik untuk memperbaiki psikologis keluarga korban.

Hal sekecil itu lebih berarti, dari pada kawan-kawan membuat hoax , dark joke serta berspekulasi liar. Sudahlah membuat psikologis keluarga korban tambah terpuruk, memicu konflik pula. Faedah nya dimana coba?. Andaikan musibah itu menimpa keluarga mu, lalu ada sekelompok orang melakukan hal yang tidak beretika itu. Apa yang akan kamu rasakan ? Pikir sendiri deh ya ! .

Untuk itu, saat ini marilah kita sama-sama memantau dan menunggu informasi dari pihak terkait serta mendo’akan tim dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, KNKT, DVI, Wartawan dan seluruh pihak yang terlibat diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melakukan proses pencarian serta evakuasi.

Apabila mendapatkan informasi yang dirasa sensitif, alangkah lebih baik kita meninjau ulang terlebih dahulu agar tidak termakan oleh Hoax atau berita keliru.

Penutup, inilah yang ingin penulis sampaikan..

To All Passengers, “Safe Flight to Jannah” 🙂

Mereka tidaklah benar-benar pergi meninggalkan kita, tetapi mereka telah lebih dahulu terbang ke jalan yang menuju keabadian. Ada saatnya kita di dunia ini juga akan menuju jalan yang sama, tetapi sesuai dengan garis takdir kita masing-masing.

Terimakasih, mohon maaf apabila ada kesalahan kata.

Ar Rafi Saputra Irwan
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Anggota Duta Damai Dunia Maya Sumatera Barat

Kala Keluarga Beragam Agama di Landa Duka…

Previous article

Upgrading Kepengurusan dan Pengembangan Kapasitas Keanggotaan Duta Damai Dunia Maya Regional Sumatera Barat

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi