Tak bisa dipungkiri bahwa sepak bola sebagai salah satu cabang olahraga memang memiliki daya tarik yang luar biasa dan mampu menyatukan berbagai keragaman orang-orang di setiap lapisan masyarakat, termasuk juga di Indonesia. Cita-cita dari pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI yaitu Ir. Soeratin, pernah menyatakan bahwa sepak bola adalah alat perjuangan bangsa yang harus dijaga secara bersama-sama.

Fanatisme terhadap sepak bola dapat menjadi sebuah ciri khas atau sebagai identitas yang mewakili kebiasaan serta budaya pada suatu wilayah di indonesia. Hal ini memungkinkan untuk kita dapat mengetahui serta memahami keberagaman yang ada di daerah tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nielsen Sport, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara yang paling mencintai olahraga sepak bola. Sebanyak 77 persen penduduk Indonesia menggemari olahraga ini. Pada saat sekarang ini bisa dikatakan bahwa sepak bola telah menjadi salah satu instrumen yang dapat secara efektif mempersatukan berbagai kelompok sosial dan etnis yang ada di Indonesia.

Dalam sebuah pertandingan sepak bola mengharuskan sebuah tim untuk mencetak gol agar dapat meraih kemenangan atas kubu lawan di lapangan. Selebrasi gol merupakan bentuk ungkapan kegembiraan dari pesepak bola setelah membobol gawang lawan. Ini adalah momen yang penuh kegembiraan, kejutan, dan euforia yang tidak hanya dirasakan oleh para pemain atau tim namun juga kegembiraan bagi seluruh suporter tim. Ketika seorang pemain mencetak gol, selebrasi adalah cara mereka mengekspresikan perasaan mereka.

Bali sebagai salah satu wilayah yang ada di indonesia memang dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas masyarakat Hindu di Indonesia, namun Toleransi antarumat beragama di Bali tergolong tinggi. Sangat jarang terdengar adanya bentrok antar agama di Pulau Dewata ini. Semua masyarakatnya hidup dengan damai walaupun memiliki adat daerah yang berbeda-beda. Bali United Football Club merupakan klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kabupaten Gianyar, Bali.

Selebrasi toleransi kerap kali ditampilkan pada beberapa kesempatan setelah mencetak gol ke gawang lawan, pemain Bali United dari berbagai agama melakukan selebrasi bersama.
Aksi dari para pemain ini melakukan selebrasi gol dengan aksi simbolis doa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Ngurah Nanak (Hindu), Yabes Roni (Protestan), dan Miftahul Hamdi (Islam) memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi mereka untuk mencapai tujuan yang sama. Ada yang bersujud, menengadah ke langit, dan mengatup kedua tangan yang disejajarkan dengan dahi. Ini adalah selebrasi atas apa yang mereka percayai, yang mereka namakan kekuatan maha kuasa. Tindakan atau aksi yang mereka lakukan di lapangan sebagai selebrasi gol menjadi simbol perdamaian dan kebhinekaan yang mengingatkan kita akan pentingnya toleransi dan kerukunan dalam masyarakat. Ini menunjukkan bagaimana hasil kerjasama tim dimaknai dengan cara menghormati ajaran agama masing masing tanpa mempedulikan perbedaan yang ada diantara mereka.

Dimana toleransi sendiri memiliki makna adalah sikap saling menghargai satu sama lain dengan saling pengertian tanpa menaruh stigma buruk terhadap unsur unsur SARA. Melalui selebrasi gol toleransi ini mengingatkan kita bahwa sepak bola bukan hanya sarana hiburan tetapi menjadi wadah mempersatukan sebagai sesama manusia yang saling menghargai. Diharapkan bukan hanya melalui selebrasi sepak bola saja nantinya, namun yang paling terpenting dalam kehidupan bersosialisasi, nilai toleransi ini mampu untuk kita dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus yang akan datang.

Penulis : Rahmat Fajri (Peserta Regenerasi Duta Damai BNPT Reg. Sumbar 2024)

dutadamaisumbar

Efektivitas Vaksin Nasionalisme dalam Melawan Penyebaran Paham Radikalisme

Previous article

Mengukuhkan Semangat Nasionalisme dan Toleransi Antar Umat Beragama Sebagai Pilar Kekuatan Bangsa

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi