Pernah mendengar vaksin? Seberapa sering mendengar pembahasan tentang vaksin? Sebagian orang yang tidak terlalu familier dengan istilah dunia kesehatan mungkin baru sering mendengarnya saat pandemi Covid-19 melanda mulai tahun 2019 yang lalu. Saat itu, seluruh ahli epidemiologi bekerja sangat keras setiap harinya, para ilmuwan serta tenaga kesehatan lainnya terus berpikir dan berupaya menemukan vaksin apa yang paling ampuh mencegah penyebaran Covid-19. Akhirnya, ditemukan berbagai macam vaksin yang kemudian digunakan di tengah-tengah masyarakat.

Apabila radikalisme kita ibaratkan seperti virus, maka nasionalisme dapat kita sebut sebagai vaksin yang dapat menangkal penyebarannya. Apa memang radikalisme se berbahaya itu? Apakah memang paham radikal dapat mudah menyebar seperti virus Covid-19? Ya, tentu!. Ideologi yang berkembang saat ini akan terus berkembang dan saling memengaruhi antara satu ideologi dengan ideologi lainnya. Bayangkan banyaknya ideologi yang ada kemudian bertemu dengan paham radikal? Biasanya ideologi radikal akan berkembang secara subur dan cepat membesar di daerah-daerah dimana masyarakatnya merasa terpinggirkan. Masyarakat yang terpinggirkan sering menghadapi ketidakadilan sosial dan ekonomi, seperti kemiskinan, pengangguran, dan kurangnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Ketidakpuasan ini dapat membuat mereka lebih rentan terhadap ideologi radikal yang menawarkan perubahan drastis sebagai solusi.

Nasionalisme bisa menjadi semacam vaksin untuk radikalisme karena dalam esensinya, ia menawarkan identitas kolektif yang kuat dan pemahaman bersama akan tujuan bersama sebagai sebuah bangsa. Dengan fokus pada rasa kebanggaan dan persatuan nasional, nasionalisme dapat meminimalkan ruang bagi sentimen ekstremis yang sering kali berkembang di tengah-tengah ketidakpuasan dan ketidakstabilan. Sebagai hasilnya, kesetiaan terhadap negara dan solidaritas antar-warga negara dapat menjadi benteng yang kuat melawan daya tarik ideologi radikal yang merusak.

Dengan menekankan rasa kebanggaan akan negara dan kesetiaan terhadap nilai-nilai bersama, nasionalisme membantu mengurangi ketidakpuasan sosial yang dapat dieksploitasi oleh gerakan radikal. Lebih dari itu, semangat patriotisme dan solidaritas nasional dapat menghalangi pengaruh ideologi ekstrem yang berpotensi memecah-belah masyarakat. Dengan memperkuat ikatan dan memperdalam rasa kepemilikan antara masyarakat dengan bangsanya, nasionalisme menciptakan fondasi yang kuat untuk stabilitas sosial dan politik, menjadikannya vaksin yang efektif terhadap penyebaran radikalisme.

Penulis : Khairunnisa (Peserta Regenerasi Duta Damai BNPT Reg. Sumatera Barat)

dutadamaisumbar

Mengenal, apa itu stunting bahaya bagi anak?

Previous article

Selebrasi Gol Sebagai Ikon Toleransi Antar Lintas Umat Agama

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi