Opini

Rekonsiliasi Politik dan Nasionalime

0

Tidak terasa telah hampir lima tahun sudah presiden Joko Widodo memimpin Negara ini dan beliau juga di berikan amanat untuk lima tahun yang akan datang lagi. Pasca penetapan Joko widodo sebagai presiden untuk periode 2019-2024 seharusnya yang dilakukan oleh setiap warga Negara di Indonesia entah siappun dia, apakah pejabat, politikus, pedagang, ibu rumah tangga atau siappun juga langkah paling tepat dilakukan adalah rekonsiliasi.


Rekonsiliasi diartikan memulihan hubungan kembali ke keadaan semua, mendinginkan suasana, menghilangkan perbedaan politik yang ada dan membulatkan tekat untuk terus membangun negeri Indonesia ini setidaknya untuk lima tahun yang akan datang. Sebagai bangsa yang besar seharusnya kita warga Indonesia lebih baik menghilangkan kubu 01 dan 02 di dalam kamus kehidupan kita. Tidak ada lagi kata-kata cebong maupun kata-kata kampret yang muncul dari mulut maupun tulisan tangan kita di media sosial.


Untuk lima tahun kedapan banyak pekerjaan rumah yang harus di lanjutkan oleh Jokowi sapaan akrab dari Presiden Joko Widodo. Siapapun kita, walaupun kita berasal dari pendukung calon presiden Prabowo tidak sepatutnya kita tidak mendukung presiden terpilih saat ini yaitu Joko Widodo. Tidak adalagi kata-kata celaan di media sosial kita yang isinya ujaran kebencian atau hujatan kepada presiden terpilih Indonesia. Di agama manapun di dunia tidak dibenarkan untuk menghujat, menyebar fitnah, melontarkan ujaran kebencian ataupun menyebar Hoaks kepada siapaun apalagi presiden kita.


Rekonsiliasi bukan hanya tugas dari presiden terpilih untuk mendinginkan suasana perpolitikan di Indonesia namun juga merupakan tugas kita warga Negara Indonesia. Hal yang perlu kita ingat adalah Indonesia tidak akan pernah maju jika hanya pemerintahnya saja yang ingin maju tapi Negara akan lebih cepat maju jika rakyatnya juga ingin maju dengan memanfaatkan secara maksimal kemudahan-kemudahan atapun fasilitas yang telah di berikan oleh pemerintah untuk mendukung hidup rakyatnya. Jangan sesekali kita warga Negara Indonesia mengatakan “Memajukan negeri ini, kan tugas pemerintah! Kita mah Cuma menikmati apa yang sudah dikasih pemerintah”.


Rekonsiliasi juga jangan hanya diartikan sebagai berhenti menghujat presiden terpilih namun bergeraklah lebih besar lagi karena pemilu bukan hanya untuk memilih pemimpin namun juga mengatur langkah baru untuk kemajuan bangsa ini. Lima tahun dipandang cukup untuk bergerak dan berupaya memajukan Negara dan setelah lima tahun harus ada evaluasi kinerja petahana. Bila dalam lima tahun yang lalu rakyat masih merasa membutuhkan bantuan dari seorang petahana maka di pemilu selanjutnya rakyat pasti memilih petahana lagi demikian juga sebaliknya.


Dengan melakukan rekonsiliasi setelah pemilu antar pendukung calon presiden pada pemilu yang lalu, dapat diartikan setiap warga yang mau melakukan rekonsiliasi sudah memiliki semangat Nasionalisme. Dengan semangat Nasionalisme yang tinggi seharusnya rekonsiliasi politik bukan merupakan tugas yang berat bagi pendukung calon presiden pemilu yang lalu. Kita harus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar yang mampu melupakan masa lalu dan bergerak bersama menyonsong masa depan yang lebih baik.

Makna Jihad Untuk Bela Negara

Previous article

Masjid dan Gerakan Anti-Radikalisme Agama

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini