EdukasiOpini

Maulid Nabi Muhammad dan Perubahan Pola Pikir Umat Islam

0

Jauh sebelum nabi Muhammad dilahirkan ke atas dunia peradaban Bani Quraisy telah terbentuk. Diceritakan pada masa lampau Bani Quraisy adalah suku yang tidak menghargai keberadaan wanita dan menganggap wanita adalah makhluk yang hina sehingga jika anak yang lahir adalah wanita maka orang tua si anak akan menguburkan hidup-hidup anak wanitanya.

Disisi lain Bani Quraisy adalah suku yang suka mabuk-mabukan dan menyembah berhala sebagai tuhan mereka. Disinilah Tuhan menunjuk seorang nabi sekaligus rasulnya yaitu Nabi Muhammad S.A.W. Tentunya perjuangan nabi dalam menyebarkan Islam tidak mudah. Nabi Muhammad yang pada kenyataannya adalah seorang buta huruf, pamannya yang merupakan petinggi dari Bani Quraisy, ketiadaan seorang bapak semenjak dia dalam kandungan menjadi cobaan berat sebelum beliau menerima perintah menyebarkan Islam itu sendiri.

Setelah Islam sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri hingga hari ini ajaran Islam masih saja menyebar keseluruhan pelosok bumi sampai ke gang-gang kecil di negara antah berantah di bumi ini. Apakah ajaran Islam hanya cukup sampai sampai ketika nabi Muhammad wafat atau ketika para sahabat melanjutkan penyebaran Islam itu sendiri? Ternyata tidak, sampai sekarang Islam itu akan terus berkembang ajarannya itulah bukti bagi umat Islam bahwa Islam adalah agama yang sebenar-benarnya.

Di era media digital dan media sosial ini ajaran Islam seharusnya juga akan lebih mudah untuk berkembang. Namun sayangnya masih pihak yang memanfaatkan kebutuhan umat Islam akan ajaran Islam hanya untuk kepentingan mereka pribadi. Sampai pada pihak yang memanfaatkan salah satu ajaran dalam Islam yaitu berinfak untuk kepentingan kelompok separatis.

Dari hal ini bisa dilihat bahwa ajaran Islam akan terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Jika dulu nabi Muhammad berperang dengan fisik demi melindungi dirinya beserta pengikutnya dari bengisnya kaum Quraisy, pada era ini jika umat Islam merasa terancam secara ideologi dan ekonomi bukan berarti umat Islam harus berperang mengangkat senjata. namun perkuatlah pemahaman akan Islam itu, perkuatlah ekonomi umat Islam, tunjukkanlah umat Islam juga mampu bersaing dengan bangsa lain, tunjukkanlah bahwa Islam itu memang agama yang menjadi Rahmat bagi seluruh alam ini.

Jika umat Islam sibuk membangun narasi bahwa agama lain akan terus menjadi musuh Islam maka umat Islam akan terus dihantui oleh kerajinan bahwa Islam akan dihancurkan oleh agama lain suatu saat nanti dan pada akhirnya umat Islam hancur bukan karena agama lain namun hancur karena ketakutan mereka sendiri.

Jika sampai hari ini umat Islam masih percaya bahwa Islam adalah sebenar-benarnya agama yang diturunkan oleh Allah SWT pada umat manusia maka seharusnya umat Islam akan terus merawat Islam itu sendiri dari pengaruh negatif. Yang perlu kita ingat, pengaruh negatif akan gampang di tepis jika pola pikir yang sehat terus dijaga. Pola pikir yang sehat bagi umat Islam itu yang selalu menjadi falsafah hidup umat Islam berkaitan dengan kehidupan beragama adalah ” Agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku”.

Maka ketika muncul pembuka agama/ustad yang sibuk menjelek-jelekkan agama lain meski di dalam pengajian/ceramah agama umat Islam sendiri hal itu patut di pertanyakan, apakah ustad/penceramah tersebut cocok untuk dijadikan guru dalam belajar agama Islam lebih dalam lagi. Munculnya penceramah yang sibuk menghasut umat islam, sering berkata kasar, sering menjelek-jelekan orang lain dan sering berprasangka buruk pada orang lain juga menjadi indikator umat Islam untuk tidak mengikuti ajaran yang disampaikan oleh penceramah tersebut.

Kita harus terus ingat bahwa musuh yang paling berat adalah diri sendiri dan itupun berlaku pada agama Islam, dimana musuh yang paling berat bagi umat Islam adalah umat Islam itu sendiri. Makanya Islam mengajarkan umatnya untuk berpuasa, tujuannya agar dapat mengendalikan diri sendiri dan menjadi tanda tanya yang besar bagi kita, saya sudah berpuasa, sudah beribadah siang malam namun kenapa saya masih tidak bisa mengendalikan hawa nafsu di segala bidang, sehingga sering terjebak oleh perkataan dan Tingkah laku saya sendiri?

Jangan khawatir, jika kita percaya manusia adalah makhluk yang paling tinggi Dimata Allah SWT karena diberikan akal pikiran, Kita juga harus sadar bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa, mungkin hari ini sebagian umat Islam salah dalam mengambil tindakan, salah dalam mengambil guru untuk belajar agama ataupun salah dalam memandang Islam dengan pola pikir sempit yakinlah manusia itu tidak akan pernah terjerumus kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Di era ini, perang secara fisik mungkin sangat kecil akan terjadi karena di era ini orang berperang dengan ilmu pengetahuan. Umat Islam mungkin bangga dengan Ibnu Sina, Al Farabi, Ibnu batutah, atau al-khindi pada abad ke 9 hingga abad ke 12 dimana ilmu pengetahuan umat Islam sangat berkembang pesat nya. Namun kita jangan pernah lupa melanjutkan hal itu, jangan sampai kita terjebak dengan anggapan Islam itu agama paling benar namun tidak menunjukkan bahwa umat Islam juga mampu bersaing di manapun eranya dan dengan siapapun orangnya.

Pada akhirnya penulis ingin menyampaikan pada perayaan maulid Nabi Muhammad SAW ini bahwa umat Islam Indonesia harus mampu mengendalikan dirinya sendiri sehingga pola pikirnya akan selalu sehat dan tajam pada akhirnya akan menghasilkan karya yang luar biasa sehingga mampu bersaing di era kompetisi teknologi dan ekonomi ini dan muara dari semua itu adalah Islam akan benar-benar menjadi Rahmat bagi seluruh alam.

Melawan Hoax Dengan Berfikir Filsafat.

Previous article

Istana Kepresidenan Indonesia Dan Peristiwa Besar Dibaliknya

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi