Mari, Mengenal Kepenulisan

Saat seseorang ingin menyampaikan hasrat dalam diri, mereka akan menulis sesuatu di buku ataupun jurnal milik mereka. Ada juga yang langsung menulis di sosial media yang mereka miliki agar dibaca oleh orang lain. Hal tersebut tentu sudah lumrah terjadi di zaman teknologi ini. Lalu, tahukah kalian makna dari tulisan, menulis, ataupun kepenulisan itu sendiri?

Sebagian orang tentu tahu dan paham makna dari menulis, tentu sebagian lain tidak tahu, mereka sekadar menuangkan isi dalam hati setelah mempelajari beberapa huruf atau aksara-aksara. Tulis atau menulis bermakna membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya. Menulis juga berarti melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan menulis. Sementara itu, tulisan adalah hasil dari menulis atau barang yang ditulis, sedangkan kepenulisan bermakna perihal penulis.

Perihal penulis tentu berkaitan erat dengan si pelaku atau orang yang menulis. Kepenulisan merupakan jembatan terbentuknya sebuah karakter, watak, dan juga pengetahuan. Kepenulisan tentu berkaitan erat dengan tulis-menulis sehingga mampu menciptakan suatu bentuk yang bermanfaat bagi diri penulis maupun lingkungan sekitar. Kepenulisan tentu tidak sekadar menulis hal-hal random atau curahan hati. Seorang penulis, merujuk kepada pelaku literasi seperti menulis fiksi dan nonfiksi, harus memperhatikan pemilihan kata, tanda baca, bahasa yang digunakan, serta kohensi dan koherensi antarkalimat maupun antarparagraf.

Apakah kepenulisan berpatokan pada karya fiksi saja?

Kemungkinan, banyak dari penulis yang berpikir bahwa proses dalam menulis terpaku pada satu tulisan yaitu fiksi. Tentu hal tersebut merupakan pemikiran keliru karena baik fiksi maupun nonfiksi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari dunia tulis menulis. Naskah fiksi biasanya membahas karya dari imajinasi seorang penulis, seperti cerita pendek, cerita mini, puisi, naskah drama, novela, novel, dan bentuk paling sederhana aforisme. Sementara itu, naskah nonfiksi membahas sesuatu yang bersifat akurat dan nyata, seperti artikel, penelitian, karya ilmiah, proposal, dan buku ajar yang bertulisan baku.

Kepenulisan memiliki manfaat yang banyak, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Berikut maanfaat menulis.

  1. Menulis merupakan proses menulis kreatif sehingga kalian memiliki tempat menuangkan segala hal yang ada di dalam diri kalian di satu wadah. Menulis juga bertujuan untuk menuangkan ekspresi dan meningkatkan kreativitas.
  2. Tanpa banyak yang tahu, menulis dan membaca bisa memperkuat daya ingat seseorang sehingga bisa menghindari kalian dari penyakit lupa.
  3. Menulis membuat seseorang bisa lebih produktif dalam memanfaatkan waktu luang
  4. Menulis merupakan sarana terbaik dalam meluapkan emosi agar jiwa tetap baik dan sehat.

Selanjutnya, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan dalam kepenulisan, yakni membaca, menulis, dan terakhir menyunting. Tiga hal tersebut tidak bisa kalian pisahkan karena mereka berkaitan antara satu sama lain.

Nah, kira-kira, apakah kalian sudah memiliki gambaran untuk menulis?

Yui
Penulis dan Pengarang

    7 Akibat Tidak Percaya Diri, Jadi Rugi Sendiri!

    Previous article

    Geger Perilaku Seks Menyimpang di Bukittinggi, Begini Penjelasan Walikota Bukittinggi

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *