Parafrasa merupakan teknik mengutip yang tidak sama persis dengan aslinya, tetapi makna yang dikandung tetap dipertahankan sama. Parafrasa bermakna merumuskan sendiri ide atau informasi dari orang lain dengan kata-kata sendiri. Artinya, seseorang harus menulis ulang tanpa mengubah makna sesungguhnya.

Beberapa parafrasa yang keliru malah menempatkan penulisnya menjadi plagiator. Mengapa? Pertama, hasi parafrasa tersebut terlalu mirip dengan aslinya—sementara karya asli sudah diubah. Kedua, hasil parafrasa menyimpang dari makna atau arti yang sebenarnya. Hal ini menunjukkan penulis tidak paham dengan apa yang dikutip.

Parafrasa disebut juga pengutipan tidak langsung sebagai pembeda dari pengutipan angsung. Kutipan pada parafrasa terintegrasi dengan teks tanpa pembeda seperti tanda petik atau kutip.

Parafrasa dianggap cara mengutip yang lebih baik alih-alih mengutip langsung. Seseorang dianggap telah memahami makna dari sumber yang dikutip serta menunjukkan karya yang lebih orisinal dari segi penggunaan kata, frasa, struktur kalimat, dan stukrur paragraf. Namun, harus dipahami bahwa parafrasa tidak sama dengan ringkasan. Parafrasa menghasilkan panjang teks kutipan yang relatif sama dengan teks aslinya.

Ada pendapat bahwa kutipan langsung adalah bentuk intisari atau ringkasan dari teks asli. Hal ini tentu perlu diluruskan agar penulis yang mengutip secara tidak langsung tidak dianggap plagiat karena menghilangkan bagian-bagian penting yang ada pada teks asli.

Berikut lima langkah parafrasa yang dapat dicoba dan dilatihkan dalam suatu teks.

a. Baca dengan saksama bagian yang akan dikutip beberapa kali sampai Anda benar-benar memahami maknanya.

b. Catat beberapa kata atau konsep kunci dari teks asli.

c. Tulis teks versi Anda tanpa melihat versi aslinya.

d. Bandingkan hasil teks Anda dengan teks aslinya. Lakukan perbaikan pada bagian yang masih tampak mirip.

e. Cantumkan sumber kutipan berdasarkan acuan primer yang ada terapkan.

Memang sepertinya mudah memprafrasakan teks asli. Namun, tanpa pembiasaan hal ini kerap menyulitkan. Lakukan kiat berikut.

  1. Mulailah kalimat pertama parafrasa pada titik yang berbeda dari sumber aslinya. Jika teks asli menggunakan paragraf deduktif, Anda dapat memulainya dengan paragraf induktif.
  2. Gunakan sinonim pada beberapa kata yang memungkinkan Anda menggunakan diksi lain.
  3. Gunakan pada kalimat yang berbeda, seperti dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif atau sebaliknya.
  4. Pecahlah informasi dalam satu kalimat menjadi dua atau tiga kalimat yang terpisah.

Nah, jangan salah langkah lagi dalam mengutip, ya, Teman-Teman!

Yui
Penulis dan Pengarang

    Literasi; Apa itu Kata Arkais?

    Previous article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.