Opini

KRI NANGGALA 402 TENGGELAM DAN 53 AWAK DINYATAKAN MATI SYAHID, APAKAH BOM BUNUH DIRI JUGA DINYATAKAN DEMIKIAN?

0

Kapal selam KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam di perairan Bali Utara, Sabtu 24 April kemarin. Di dalam kapal tersebut terdapat 53 orang awak dan telah dinyatakan gugur, seluruh masyarakat Indonesia berbondong-bondong mendoakan para awak mati syahid. Mulai dari presiden Jokowi Dodo, Ustad Yusuf Mansur hingga pengacara kondang Hotman Paris.
Syahid merupakan salah satu terminologi dalam Islam yang artinya adalah seorang Muslim yang meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa seluruh awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Pulau Bali meninggal dunia secara syahid karena tengah menjalankan tugas negara.
“Setiap muslim yang matinya tenggelam, terlebih dalam tugas negara, merupakan mati syahid. Korban KRI Nanggala 402 yang teridentifikasi sempat salat berjamaah sebelum berlayar, menjalankan tugas kedinasan dan tugas negara, karenanya mereka termasuk syuhada,” kata Asrorun dalam keterangan resminya, Senin (26/4).
Asrorun turut mengutip sebuah hadis dalam ajaran Islam yang memuat seseorang bisa dinyatakan meninggal secara syahid. Hadis Riwayat Bukhari pada intinya mengatakan bahwa umat Islam terbunuh di jalan Allah, karena wabah, dan meninggal karena tenggelam dinyatakan syahid.
Dari Abu Hurairah ra beliau berkata: Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid,” (HR. Muslim).
Selain itu, Asrorun juga mengajak kepada seluruh umat Islam melaksanakan salat gaib bagi para awak KRI Nanggala yang dinyatakan meninggal dunia. Ia juga mengajak umat Islam turut mendoakan agar para korban diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.
“Mari berpartisipasi untuk meringankan duka mereka, termasuk dengan memberi beasiswa bagi putra putri yang ditinggalkan,” kata ujarnya.
Lalu apakah bom bunuh diri juga dinyatakan demikian?
Mengutip kembali dari hadist diatas bahwa bom bunuh diri tidak termasuk dalam kategori mati syahid.
Salah satu yang digaung-gaungkan agar bisa mati syahid yakni dengan menjalankan jihad, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai usaha membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga.
Dalam kelompok ekstremis, jihad sering dijadikan propaganda untuk melakukan aksi bom bunuh diri, mencontoh orang-orang di medan perang yang melakukannya untuk membela haknya, keluarganya, negaranya hingga agamanya. Padahal, Indonesia sendiri tidak sedang tidak dalam keadaan berperang.
Islam melarang keras seseorang untuk melakukan bunuh diri dalam kondisi apa pun, apalagi jika aksinya itu sampai mencelakai, menganiaya dan merampas hak hidup orang lain.
Dalam Islam, orang yang bunuh diri apalagi sampai menganiaya dan merampas hak hidup orang lain jaminannya adalah neraka dan kekal di dalamnya. Hal ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 29-30.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29) وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (30)
Artinya: (29) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kalian. Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian. (30) Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Untuk itu, penting bagi umat Muslim mengetahui bagaimana mati syahid dalam pandangan Islam, agar tidak membahayakan diri apalagi sampai masuk neraka karena pemahaman yang salah. Akibat salah menafsirkan sebuah kalimat dalam untaian hadist jangan sampai kita salah menggambil jalan.

Husnul Hayati
Writing is a place for growing up.

    Hari Buruh Internasional 1 Mei 2021

    Previous article

    Puasa untuk Diri Sendiri

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Opini