Edukasi

Helmy Yahya dan TVRI

0

Dilansir melalui chanel youtube BPKP Kemenkau RI dimana helmy yahya memberikan seminar Inivation For Self Development. Helmy yahya memberikan seminar di antara ratusan pegawai BPKP Kemenkau RI tentang bagaimana dia mencoba merubah wajah TVRI yang dikenal orang sebagai Televisi Publik yang sepi akan peminat dan penonton.

Apakah hal yang membuat Helmy yahya kesulitan pada awalnya merubah wajah TVRI yang merupakan titik kelemahan terbesar TVRI yang dibiarkan selama bertahun-tahun berikut paparan Helmy yahya:

Financial Management & Accuntability, Dimana tata kelola keuangan TVRI yang sangat buruk hal ini dibuktikan dengan TVRI mendapatkan Disclemer selama 3 kali artinya tata kelola keuangan TVRI dinyatakan tidak dapat mengelola keuangannya.

HR Management, selama 15 Tahun TVRI di moratorium artinya TVRI tidak dapat menambah pegawai selama 15 tahun itu. 15 tahun TVRI kesulitan dalam mengelola pegawainya yang ada karena ketika ada pegawai yang pensiun akan kesulitan lagi bagi HRD menyesuaikan posisi pegawai yang ada.

Old Equipment, selama bertahun-tahun alat produksi yang dipakai oleh TVRI adalah alat-alat tua dan jadul yang memberikan persoalan yang sangat besar pada kwalitas hasil produksi.

Lack Of Creativity, TVRI menjadi Televisi dengan sangat minim kreativitas hal ini di buktikan sebagai elevisi yang paling tua di indonesia tidak pernah memenangkan penghargaan dari lembaga pemberi penghargaan pada insan televisi.

Poor Production Execution, dalam melakukan produksi yang serba lambat dan lelet yang berdampak sistemik kepada makin berkurangnya penonton TVRI karena tayangan hanya itu-itu saja yang sering di ulang.

Very Low Stageholder’s Trust, Karena produksi yang lambat yang mengakibatkan penonton yang makin sedikit menyebabkan kepercayaan pada TVR makin berkurang sehingga tidak ada yang mau memasang iklan di TVRI lagi.

Not Millenial Enough, keberadaan milenial sangat berpengaruh pada layak atau tidak layaknya acara televisi untuk di toton, hanya 28 persen kaum milenial yang mau menonton TVRI.

namun dibalik segala kekuran TVRI masih memiliki kelibihan yang tidak dimiliki oleh televisi lainnya yang dengan kelebihan itu helmy yahya mampu merubah wajah TVRI dari nomor 15 menjadi nomor 9 sebagai televisi yang banyak di tonton. TVRI memiliki asset terbesar di antara stasiun televisi di indonesia, menjadi satu-satu televisi publik, IP (intelectual Properti) yang banyak seperti “Rumah Cemara”, “Ria Jenaka”, “anak Ajaib” dll dan yang tidak kalah penting yaitu ekspektasi publik yang tinggi pada TVRI yang menginginkan TVRI kembali merajai televisi di indonesia.

Kritik Terhadap Kominfo dalam Menangkal Isu Hoaks

Previous article

Dibalik Ada Pertikaian, Ada Yang Ingin Perdamaian.

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi