Berita

Helmy Yahya Berbicara Tentang Buruh dan Pekerja

0

Hari buruh diperingati setiap tanggal satu mei yang lebih dikenal dengan Mayday. beberapa saat lalu helmy yahya di wawancarai oleh deddy corbuzier lewat channel youtubenya. terkait dengan hari buru ada hal yang menarik untuk menjadi masukan bagi kita bersama bangsa indonesia.

Helmy menegaskan bahwa indonesia mampu untuk memproduksi apa saja di indonesia yang memiliki tanah yang luas dan perairan yang luas pula akan tetapi ongkos produksinya akan terlalu besar. Helmy juga mengatakan buruh kita burah, memang benar namun produktivitasnya jauh tertinggal dari negara dengan jumlah pabrik terbanyak didunia yaitu Tiongkok.

Jika kita baca lagi artikel sebelumnya https://dutadamaisumaterabarat.id/hari-buruh-dan-keegoisian-buruh-indonesia/https://dutadamaisumaterabarat.id/hari-buruh-dan-keegoisian-buruh-indonesia/ maka kita akan lebih paham bagaimana kondisi pengusaha di indonesia untuk dapat memenuhi tuntutan buruh di indonesia. Dimana salah satu hal yang menunjang tingkat produktivitas pekerja adalah pendidikan namun lebih dari 52% tingkat pendidikan buruh di indonesia adalah tamatan SD kebawah.

Helmy juga mengatakan bahwa di tiongkok beberapa tahun yang lalu dia juga merasa enggan untuk bekerja disana. dimana pada 40 tahun yang lalu tingkok adalah negara yang jorok dan bau sampai ada kameo yang berbunyi jika anda pergi ke china untuk menemukan toilet anda tidak akan sulit karena toilet di china pasti sangat bau. akan tetapi satu tahun yang lalu helmy pergi ke tiongkok untuk dia sangat terkejut bagaimana perkembangan china.

Banyak orang mengatakan bahwa china adalah negara komunis namun jika kita jalan-jalan kesana bisa dilihat bahwa mereka memang negara komunis secara pandangan politik dan kepercayaan pada pemerintah atau pemimpin namun dalam perdagangan dan ekonomi mereka sangat terbuka dan berusaha untuk mengambil ilmu apasaja dari luar.

Hal menarik lainnya yang dikatakan oleh helmy yahya adalah bagaimana para orang tua di tiongkok yang berusaha mendorong anak-anaknya untuk masuk universitas besar di tiongkok dan luar negeri. dia juga mengatakan bahwa les paling banyak yang diambil oleh anak-anak di china adalah bahasa ingris karena mereka tau bahwa bahasa ingris adalah modal utama mereka untuk bisa bersaing di dunia kerja.

Helmy menegaskan hal inilah yang seharusnya menjadi dorongan bagi kita semua untuk melakukan hal lebih berarti dalam hidup kita yaitu menyiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya. Dengan pemerintah yang lebih memperdulikan rakyatnya dan rakyat yang peduli dengan masa depan bangsanya dengan berusaha meningkatkan produktivitasnya maka lambat laun indonesia bisa menjadi china selanjutnya.

Hari Buruh dan Keegoisan Buruh Indonesia

Previous article

Boy Rafli Amar, Kepala BNPT yang Baru

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita