Sebagaimana halnya setiap agama ketika hari besar keagamaan tiba maka akan diadakan acara seremonial keagamaan, demikian juga dengan Agama Buddha. Umat Buddha biasanya melaksanakan kegiatan serimonial keagamaan saat Hari Raya Waisak dengan sebutan Dharmasanti Waisak. Kegiatan Dharmasanti Waisak biasanya diselenggrakan di Vihara-Vihara maupun di Hotel dengan beragam kegiatan seperti; Ceramah singkat berkenaan dengan Hari Raya Waisak, Tari-tarian, Lagu-lagu kerohaniaan Agama Buddha, Drama, dan biasanya diisi dengan dorprize.

Mengingat bahwa Pandemi Covid-19 masih mengancam keselamatan jiwa, maka kegiatan Dharmasanti Waisak diselenggarakan secara Online. Tepatnya Kamis, 27 Mei 2021. Kementrian Agama Republik Indonesia memfasilitasi diadakannya Dharmasanti Waisak 2565 Tahun Buddhis secara online, kegiatan tersebut disiarkan secara live lewat media seperti TVRI, Zoom, dan Toutube Kemenag RI. Kegiatan Dharmasanti Waisak pada kesempatan kali ini mengangkat tema “Bangkit Bersatu Untuk Indonesia Maju”. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo dan Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam sambutannya, Presiden RI Bapak Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat Buddha karena telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan itu di antaranya menghindari kerumunan saat beribadah, mengurangi mobilitas selama libur hari raya, dan menyelenggarakan perayaan Trisuci Waisak secara virtual. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam video sambutan pada perayaan Dharmasanti Trisuci Waisak 2021 atau 2565 Tahun Buddha yang digelar secara luring ataupun daring oleh Kementerian Agama RI pada Kamis (27/5/2021).

”Kepatuhan menerapkan protokol kesehatan merupakan praktik keagaamaan yang mulia,” demikian ujar Presiden Jokowi. Atas nama pemerintah, keluarga, dan pribadi, Presiden Joko Widodo juga mengucapkan selamat memperingati Trisuci Waisak kepada seluruh umat Buddha. ”Menghormati dan menghargai sesama umat manusia. Bersama-sama berupaya memperoleh berkah kesehatan,” demikian ibuh Presiden Jokowi.

Peringatan Trisuci Waisakhendaknya digunakan untuk memperkokoh komitmen menghormati makna hakiki kehidupan, menjalankan praktik-praktik kebenaran untuk meraih keharmonisan, dan mengajarkan Dharma/Dhamma sebagai pedoman untuk menunaikan tugas dan kewajiban.

”Dengan menjalankan Dharma, umat Buddha mendapat kesempatan menata keseimbangan batinnya, memuliakan keagungan Tuhan yang maha welas asih, memuliakan harkat dan martabat kemanusiaannya sebagai umat beragama,” kata Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri perwakilan dari beragam organisasi keagamaan Buddha, seperti, Walubi, Permabudhi, Pimpinan Majelis Agama Buddha, dan tokoh lintas agama.

Menteri Agama RI Bapak Yaqut Cholil Qoumas yang hadir secara luring di Auditorium Kementerian Agama dalam perayaan Dharmasanti Trisuci Waisak menyambut baik peneguhan moderasi keberagamaan yang mengedepankan semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan umat Buddha, menurut Yaqut, merupakan bagian dari implementasi kehidupan beragama yang moderat.

”Sudah menjadi garis kebijakan Bapak Presiden bahwa program moderasi beragama harus bisa dijabarkan dalam beragam kegiatan ceramah dan kotbah ataupun materi pendidikan keagamaan yang dilakukan secara sistematis, terutama di lembaga pendidikan dan rumah ibadah,” ujar Bapak Yaqut.

Kementerian Agama juga sudah menyiapkan peta jalan penguatan moderasi beragama untuk merealisasikan target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Seluruh jajaran eselon 1 Kemenag akan menjadikan peta jalan tersebut sebagai panduan dalam melakukan program dan kegiatan masing-masing. Sejumlah langkah penguatan moderasi beragama sudah dilakukan, seperti pendidikan pelatihan kepada pejabat, penyuluh agama, pegawai, dosen, guru, siswa, dan mahasiswa. Program training of trainer telah digelar untuk mempersiapkan instruktur dan fasilisator moderasi beragama. Tak kalah penting, penguatan dialog kerukunan di level internal ataupun antar-umat beragama serta upaya deteksi dini potensi konflik keagamaan terus dilakukan. Beliau juga meyakini bahwa umat Buddha punya komitmen untuk menjaga keseimbangan yang paripurna dengan saling mendengar serta saling melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan yang ada. Perbedaan yang dimiliki sesungguhnya adalah sebuah kekuatan untuk memperkokoh keutuhan dan kemajuan umat Buddha.

”Semoga nilai luhur ajaran Buddha yang menjadi panduan dalam menempuh kehidupan secara seimbang dengan prinsip jalan tengah menjadi penopang dalam mewujudkan umat Buddha yang moderat, Dharma ajaran Buddha hadir untuk kebahagiaan semua makhluk. Dharma hadir untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang seimbang, harmonis, kebenaran dharma, keyakinan fundamental kasih sayang ke semua makhluk. Meneguhkan diri, mempraktikkan kehidupan beragama yang moderat,” tambah Gus Yakut.
Ketua panitia perayaan Dharmasanti Trisuci Waisak 2021 atau 2565 Tahun Buddha yang juga Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Caliadi, menyebutkan bahwa perayaan Waisak memantapkan kerukunan kehidupan beragama, mempererat persaudaraan, dan memperteguh sikap perilaku cara pandang umat beragama yang moderat. Dalam situasi pandemi, perayaan Waisak digelar secara sederhana dengan dihadiri 65 tokoh dan ketua majelis Buddha tingkat pusat.

Bagi umat Buddha yang berhalangan mengikuti siaran langsung via Youtube ataupun Zoom, silahkan untuk menyaksiakan kembali kegiatan Dharmasanti Waisak 2565 Tahun Buddha dengan Tema “Bangkit Bersatu Untuk Indonesia Maju” pada cenel Yotube Kemenag RI.

Akhir kata “Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia”

Suyadi

Fadly Amran : Anak Muda Harus Menjadi Tokoh Pemersatu Bangsa

Previous article

Cerdaslah Menggunakan Teknologi Modern

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini