Penulis : Monika Rumapea

Indonesia dengan negara multikultural sudah mempraktekan kerukunan sejak dahulu kalah, di mana dalam sejarah Indonesia lekat dengan semboyang gotong royong, di jaman dulu semboyang gotong royong mencerminkan betapa indahnya hidup berdampingan antar sesame manusia dan bahagiannya kebersamaan.


Saat ini kerukunan di Indonesia sudah mulai memudar, banyak hal yang membuat kerukunan memudar salah satunya adalah keegoisan setiap umat manusia. Keegosian yang semakin besar di miliki setiap indivisu dan merasa dirinya paling benar , dapat merusak sebuah kerukunan. Kerukunan akan tercipta Ketika satu individu toleransi terhadap individu lainya.


Kerukunan dalam beragama di kenal dengan toleransi, Istilah toleransi menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti, dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan. Apabila pemaknaan ini dijadikan pegangan dalam hidup beragama, maka toleransi dan kerukunan adalah sesuatu hal yang ideal dan didambakan oleh setiap umat beragama. Dalam konteks nusantara, maka kerukunan beragama dapat diartikan sebuah keadaan yang harmonis dan saling menghargai antar umat beragama yang ada di Indonesia.


Kerukunan bersama dalam lintas agama didasari oleh Tri Kerukunan Beragama. Pertama, kerukunan intern umat beragama, yaitu kerukunan intern masing-masing umat dalam satu agama. Kedua, kerukunan antar umat beragama, yaitu kerukunan diantara umat agama yang berbeda-beda. Ketiga, kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah, yaitu terciptanya hubungan yang harmonis antara umat beragama dengan pemerintah. Ketiga prinsip inilah yang harus benar-benar dapat direalisasikan dalam sebuah negara agar terjalin kerukunan bersama dalam lintas agama (Siti Zolehah, 2018).

Menciptakan kerukunan di awali dari diri sendiri untuk tetap bersahabat antar sesama manusia, tidak memaksa kehendak, belajar menerima perbedaan pada diri orang lain, tidak mudah terprovokasi oleh orang lain maupun media, bijak dalam menangapin sebuah masalah.

dutadamaisumbar

Apakah Media Sosial Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Kita?

Previous article

Spiritualisme Dan Nasionalisme Dari Seorang Pembuka Agama

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Opini