Opini

Agnez Mo Dikecam, Bukti Netizen Indonesia Kurang Literasi

0

Akhir-akhir ini media sosial dihebohkan permasalahan Agnez Mo terkait pernyataan dirinya yang mengatakan “Tidak Memiliki Darah Indonesia” saat diwawancarai oleh Build Series di New York, Amerika .

Permasalahan ini bermula ketika ada salah satu akun twitter mengambil dan mengedit ulang video wawancara itu dalam durasi 30 detik , alhasil video tersebut banyak di reetwet dan memacu media konvensional untuk membuat judul yang bisa dikatakan “Click Bait” . Baik dari pejabat publik , artispun banyak memberikan tanggapan negatif perihal persoalan itu .

  Dengan rasa penasaran, penulis mencoba menonton secara penuh video wawancara itu yang berdurasi 27 menit.

Memang benar, Artis yang telah sukses berkarir tersebut menyatakan dirinya bukanlah berdarah Indonesia, melainkan berdarah Cina, Jepang dan Jerman. namun penulis memahami maksud dari kata-kata darah bukan merupakan soal “Kebangsaan” tetapi persoalan Biologis (silsilah keturunan). 

Berbicara persoalan darah/keturunan, penulis akan mencoba memberikan logika buat para netizen budiman semua .

“Aku merupakan warga Jakarta, memiliki KTP Jakarta, serta lahir dan hidup besar di Jakarta, biasanya suku/ etnis di wilayah ibukota itu ialah Betawi berarti bisa dikatakan berupa Darah Betawi . Namun setelah bertanya kepada orang tua persoalan asal usul keluarga ternyata aku berasal dari Sumatera Barat, Suku/etnis disana ialah Minang , berarti secara garis besar aku merupakan orang berdarah Minang dong ?  Bukan berdarah Betawi meski diriku telah terdata menjadi Warga Jakarta serta lahir dan besar disana .”

Tak paham logika diatas ? Mari penulis kasih logika lagi .

“Ada seorang pemain sepak bola asal Korea yang di Naturalisasikan menjadi pemain Tim Nasional Indonesia , secara langsung resmi bisa dikatakan ia telah menjadi Warga Negara Indonesia . Akan tetapi apakah  bisa disebut berdarah Indonesia? tentu tidak ! bagaimanapun dia merupakan berdarah Korea meski telah menetap dan menjadi Warga Negara Indonesia .”

Apa disini sudah paham ?? Oh Agnez tidak mengakui Indonesia ! Kacang lupa kulit ! blablabla .

Berbicara persoalan Agnez perihal diakui tidaknya status dia sebagai WNI , setelah penulis menonto Full video wawancara di channel Build Series , ada kata-kata yang terdengar keras ditelinga  ini yaitu “INDONESIA IN MY COUNTRY”  . Dalam part itu dia menceritakan bagaimana ia sebagai Warga Negara Indonesia yang hidup dan berkarir di tanah tercinta ini , bagaimana ia memperkenalkan keberagaman di Indonesia yang dirajut dalam semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA , disana artis nan dituding aneh-aneh itu justru mengklaim bahwa meski berdarah keturunan dan memiliki kepercayaan yang minoritas di Indonesia , ia merasa hidup nyaman dan mendapatkan dukungan yang luar biasa dalam berkarir . 

Lantas apakah dengan itu, kita bisa mengatakan dia tidak mengakui diri sebagai WNI ?  Pantaskah ia dituding Kacang lupa kulit ? Pantaskah dia dibilang Tidak Nasionalis? 


Coba pikir baik-baik lagi ya! .

Penulis sangat sepakat dengan Pengamat Sosial UI , ibu Devie Rahmawati , bahwa apa yang dibicarakan oleh Agnezmo didalam wawancara itu sangatlah menarik , APABILA TIDAK DILIHAT SECARA SEPOTONG. Dunia tau bahwa Indonesia didesakan dengan isu politik identitas yang digunakan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan jangka pendek . Dalam konteks berbicara justru Agnez menunjukan bahwa Indonesia tidaklah demikian. 

Teruntuk wahai Netizen budiman dan terhormat, penulis menyarankan apabila kita mendapatkan informasi , sebelum terpengaruh mending dicari serta di cek dulu dengan melihat beberapa banyak referensi . Jika mendapatkan video yang potongan cuma 30 detik , cari dan tontonlah video Full nya . Tolong deh sebagai penerima informasi terapkan lah Literasi Media !.

Ar Rafi Saputra Irwan

“RADIKALISME” DALAM BERAGAMA Kajian Secara Sosiologi

Previous article

Pemajuan Toleransi di Daerah, Masukan Setara Institute untuk Dua Kementerian

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini