Tanggal 14 Mei 2021 umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri, dimana hari raya tersebut merupakan sebuah momen kemenangan untuk saling silaturahmi, saling memaafkan, mensucikan diri dan membangun hubungan persaudaraan yang lebih baik.

Terlepas dari pada itu Idul Fitri kali ini masih sama kondisinya dengan tahun 2020 lalu, yang mana situasinya masih tengah berada dalam pandemi Covid-19. Dua kali dalam momentum hari raya kita harus memendam rindu kepada keluarga karena pemerintah kembali secara tegas membuat aturan yaitu melarang masyarakat untuk melakukan mudik.

Yah tentu saja aturan tersebut menuai pro dan kontra, ada yang bisa memaklumi karena di kondisi seperti saat ini kita harus berupaya bersama dengan pemerintah untuk melakukan pencegahan penularan Virus Corona salah satunya dengan tidak melakukan mudik. Namun disisi lain ada juga yang tidak bisa menerima karena kondisi mereka yang saat ini sudah tidak memungkinkan lagi hidup di perantauan akibat terkena PHK.

Kedua alasan baik dipihak yang pro atau dipihak yang kontra menurut penulis pribadi ini sama-sama bisa diterima. Karena mereka beralasan sesuai dengan faktor kondisi yang memungkinkan mereka harus menurut ataupun melawan.

Bisa kita lihat di berita-berita ada masyarakat yang tetap menahan diri untuk mudik dan memilih bersilaturahmi secara virtual dengan keluarga untuk hanya sekedar melepas rindu, ada juga yang tetap memaksakan diri untuk melakukan mudik bahkan sampai ada peristiwa adu mulut antara pemudik dengan petugas.

Sebagai manusia kita tentu tidak bisa terlalu mengatur serta memaksa, dan tidak pula terlalu bisa banyak menuntut. Akan tetapi sebagai warga negara yang baik tentu kita harus taat kepada aturan dan hukum demi kebaikan bersama. Dan kepada para pejabat tentu diharapkan dapat membuat aturan yang dapat diterima dengan pertimbangan yang sangat matang.

Tak terlalu bisa banyak berkata-kata, penulis hanya bisa berharap sembari berdo’a bagi masyarakat yang tidak mudik dapat merasakan bagaimana momen idul Fitri dengan haru dan khidmat bersama keluarga meski hanya dilakukan secara daring dan terbatas. Dan bagi masyarakat yang memilih untuk tetap melakukan mudik diberi keselamatan sampai akhir dapat bertemu dengan keluarga serta diharapkan juga kondisi finansialnya cepat pulih dan stabil kembali.

Semoga umat Muslim dapat melewati ujian ini dan berharap di Idul Fitri yang akan datang kondisi sudah pulih dari Pandemi Covid 19 yang sangat meresahkan dunia ini, Amin.

Ar Rafi Saputra Irwan
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Anggota Duta Damai Dunia Maya Sumatera Barat

The Power Of Forgiveness

Previous article

Idul Fitri dan Persaudaraan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini