OLEH: YUI

Tepat pada hari Senin, tanggal 17 April 2023, Duta Damai Dunia Maya regional Sumatra Barat (sekarang telah berganti nama menjadi Duta Damai BNPT) mengadakan pelatihan berbasis IT. Nama kegiatan tersebut cukup unik, yakni “Pelatihan Duta Damai Dunia Maya Regional Sumatra Barat Melalui Asistensi Desain Komunikasi Visual Bidang IT dan Media Sosial dalam Rangka Pencegahan Terorisme”.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah, Sumatra Barat, dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa/i UMSB dan penggiat dunia maya, Sumatra Barat. Adapun narasumber yang terlibat langsung dalam pelatihan ini yakni, Bapak Didik Ramayadi, Kaprodi Ilmu Politik UMSB, Daniel Saroha, Koordinator Divisi Media Cetak PMD BNPT, dan Rifki Fernanda, Anggota Divisi IT dan Media Sosial PMD BNPT.

Banyak hal yang dibahas dalam pelatihan ini, baik dari segi internal maupun segi eksternal. Salah satunya yakni pemahaman audien sangat penting dalam dunia IT. Lebih lanjut, narasumber memberi tahu bahwa jika ingin mendapatkan audien besar atau banyak, tentu sasaran yang dicapai hendaknya besar juga. Bagian lain, pentingnya memperhatikan visual dan audien untuk mengetahui konten yang bisa diterima atau tidak.

Dalam pembuatan konten, seharusnya jangan pernah untuk membatasi diri untuk tranding topic di media sosial. Lebih jelasnya lagi, baik PMD maupun anggota DD memiliki tugas penting untuk menghasilkan konten-konten kreatif, membangun toleransi, serta keberagaman bangsa Indonesia. Tentu tujuan akhir untuk menguatkan jiwa toleransi dan persatuan sesama anak bangsa.

Dalam pelatihan yang telah dilakukan, Daniel Saroha (dengan tema Desain Komunikasi Visual) menekankan bahwa tujuan dari Desain Komunikasi Visual adalah konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual.  Bagian yang menarik, DKV harus bisa mengolah pesan-pesan yang ditulis atau dibuat secara efektif, informatif, dan juga komunikatif. Tentu dalam pembuatan konten-konten harus didasari dengan riset agar hal yang dibagikan bisa dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, Rifki Fernanda selaku narasumber ketiga, menjelaskan bahwa manajemen sosial media sosial atau social media management adalah penggunaan berbabai tools, software maupun layanan atau fitur yang mampu membantu dalam membagikan konten dan mengoptimasi penggunaan sosial media. Ia juga menjeleskan bahwa sosial media adalah teknologi berbasis komputer dan internet yang memfasilitasi untuk berbagi ide, pemikiran dan informasi melalui jaringan virtual atau komunitas.

Pengguaan media sosial itu sendiri yakni sebagai platform untuk membangun jaringan sosial, berbagai informasi, membangun citra suatu brand, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan kunjungan pada website.

Antusiasnya peserta pelatihan yang ikut, membuat panitia membatasi jumlah penanya pada sesi tanya jawab. Lalu, pelatihan yang diadakan dalam sehari itu diakhiri dengan sesi foto bersama tanpa terkendala apa pun.  tentu kesimpulan akhir dari pelatihan ini, untuk mendorong penggiat media sosial di kalangan akademik, khususnya mahasiswa/i dapat turut menjadi pemacu untuk membangun konten-konten khususnya konten perdamaian Indonesia.

Yui
Penulis dan Pengarang

    TIM SAR Temukan 11 Korban Meninggal dunia, Erupsi Gunung Marapi

    Previous article

    REPUBLIK RASA MONARKI

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita