Redaksi-Duta Damai Sumbar, Duta Damai Regional Sumatera Barat kembali adakan acara wisata edukasi ke tanah pahlawan dengan tema “Raun Kebangsaan” yang berlokasi di Agam, Sumatera Barat pada Minggu, (25/10/2020).
Acara “Raun Kebangsaan” diadakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober mendatang.

Acara tersebut diawali dengan berkunjung ke salah satu Museum Kelahiran Buya Hamka berlokasi di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Dalam kunjungan ke Museum tersebut banyak hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dan juga sikap atau tindakan untuk menyuarakan perdamaian melalui kisah-kisah heroik dari sastrawan terkenal ranah Minang yang bernama Buya Hamka.


Menurut penuturan Dt. Dasri salah satu komite Museum Kelahiran Hamka, seorang Hamka adalah anak lelaki yang taat beragama dan begitu menjunjung tinggi kejujuran. “Buya Hamka itu lahir di sini, masa kecilnya sudah diajarkan agama yang begitu kuat oleh ayahnya yang juga seorang ulama.

Beliau menjadi ulama diusia 19 tahun dan juga sangat menyukai sastra. Bagi Hamka pemikiran terkembang dari alam yang dijadikan guru”. terang Dasri

Betolak dari Museum Kelahiran Hamka, Duta Damai Regional Sumatera Barat langsung melanjutkan raun ke Rumah Kelahiran K.H Agus Salim, di Nagari Koto Gadang. Kedatangan tersebut disambut baik oleh keluarga yang menepati rumah kelahiran K.H Agus Salim.

Rumah kelahiran K.H Agus Salim yang masih mempertahankan bentuk aslinya membuat decak kagum tim Duta Damai Sumbar, tak hanya itu terdapat juga beberapa buku berisi pemikiran filsuf Indonesia yang terkenal dengan sebutan Diplomatik Ulung ini menggunakan bahasa Belanda.


Pak Hedi sebagai salah satu keluarga K.H Agus Salim menjelaskan jika Agus Salim adalah lelaki yang ditakuti bangsa Belanda, karena ia mampu menguasai 7 bahasa. “K.H Agus Salim beliau seorang yang suka berdebat dengan logika dan hati. Sangat cerdas pemikirannya serta toleransi yang tinggi, dan bisa menguasai 7 bahasa sekaligus. Beliau juga sudah melihatkan bakat menjadi seorang guru sedari kecil, beliau sangat suka berbahasa Arab.” tutur Hedi

Raun Kebangsaan tersebut diakhir dengan sesi foto bersama di rumah kelahiran K.H Agus Salim. Acara kunjungan ini diharapkan dapat menambah semangat juang Duta Damai dalam menyuarakan nilai-nilai kebangsaan untuk memerangi jajah pemikiran fanatik yang tidak berideologi baik dikalangan anak muda, mapun awam.

Raun Kebangsaan

Previous article

Cuitan Singkat Raun Kebangsaan Duta Damai Sumatera Barat

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita