Depressed people holding face masks and hiding emotions isolated flat vector illustration. Cartoon sad or angry guys and girls with smiling masks. Personality and psychology concept
Edukasi

5 Sifat Toxic yang Mungkin Ada Pada Diri Kamu

0

Tanpa disadari kita memiliki sifat-sifat toxic yang ditimbulkan dari masa lalu yaitu berdasarkan pengalaman negatif yang pernah terjadi pada diri kita. Pengalaman itu pada akhirnya akan membentuk mindset dan perilaku kita pada saat ini.

Sifat-sifat toxic ini secara sadar maupun tidak ikut tumbuh dan mempengaruhi kualitas Kehidupan yang kita jalani saat ini. Mulai dari berhubungan dengan orang lain, pengembangan diri, sudut pandang dalam menyikapi sebuah perihal, dan berbagai kehidupan lainnya.

Lalu, apa saja nih sifat-sofat toxic tersebut?

Merasa Tidak Butuh Siapapun

Berusaha keras mendorong orang-orang sekitar agar menjauh dari dirimu, atau sebaliknya mencoba mengasingkan diri dari sekitar. Karena kamu merasa bahwa Lebih nyaman untuk hidup sendiri, seolah ingin menjadi individu yang bersifat mandiri dalam segala aspek.

Namun, senyaman apapun kamu dengan duniamu sendiri, hidup tidak bisa dijalankan dengan kesendirian tersebut dan kamu akan tetap memerlukan bantuan orang lain. Dan ketika kamu membutuhkan bantuan mereka, mereka tidak ada untuk mu karena kamulah yang membuat mereka menjauh dengan sendirinya dengan dirimu.

Tidak Pernah Merasa Cukup

Berlebihan mengejar sesuatu sampai  kamu melupakan banyak hal yang berharga disekitarmu, hal ini sangat memungkinkan akan menimbulkan sebuah penyesalan karena kamu akan kehilangan hal-lah berharga disekitar mu.

Kamu terlalu serius menata diri, hingga lupa hakikatnya manusia memang tidak akan pernah puas dengan hasil yang diraih, selalu ingin lebih. Kalau kamu menyampingkan egomu sedikit, pasti kamu menemukan titik seimbangnya dimana.

Melabelling Diri Sendiri

“aku tuh orangnya begini loh, ya selamanya ga akan bisa begitulah”. Secara tidak sadar kalimat tersebut membatasi diri kamu untuk tumbuh dan berkembang. Kamu membatasi dirimu untuk membuktikan bahwa kamu bisa lebih dari itu.

Kamu terlalu memberikan sebuah lebel pada dirimu padahal kamu belum mencoba untuk membuktikkan bahwa sebenarnya kamu bisa. Kalau kamu belum pernah mencoba dan berusaha, jangan langsung menjudge dirimu sendiri yaa.

Tidak Tahu Kapan Harus Ikhlas

Mempertahankan sesuatu yang sudah jelas tidak ada manfaatnya dalam dirimu adalah hal yang percuma, dan malah secara terus menerus menyakiti diri mu sendiri, juga akan menghambat perkembangan kamu sebagai manusia.

Berusalahah untuk terus tumbuh dan belajar menerima suatu hal yang meskipun hal tersebut rasanya tidak bisa. Akan ada pelangi setelah lepas hujan badai.bagaimanapun yang terjadi saat ini adalah proses kamu untuk belajar melepaskan sesuatu yang memang tidak baik untuk dirimu.

Melepaskan Tanggung Jawab

Menjadi manusia yang bertanggung jawab adalah sebaik-baik manusia, bak kata pepatah manusia dibedakan dari tanggung jawabnya. Namun tidak semua orang bisa bertanggung jawab akan suatu hal. Mudah dalam melepaskan tanggung jawab dan memindahkan beban kepada orang lain.

Lagi-lagi, dampak buruk dari sifat toxic ini adalah kamu tidak bertumbuh. Karena dibalik sebuah tanggung jawab, terdapat banyak pelajaran yang dapat meningkatkan kualitas hidupmu.

Tidak ada manusia yang sempurna, selayaknya manusia hidup dan berproses untuk menjadi lebih baik dari sebuah kesalahan. Kekurangan yang ada pada diri kita akan membuat kita belajar lebih banyak dan membentuk sebuh karakter pada diri kita.

Menerima bahwa kamu memiliki sifat-sifat toxic diatas adalah sebuah bentuk kedewasaan untuk tumbuh dan terus memperbaiki diri kedepannya. Berusahalah sebisa mungkin untuk memperbaiki sifat tersebut adalah bentuk dari kebijaksanaan.

Husnul Hayati
Writing is a place for growing up.

    Press Release Duta Damai Dunia Maya BNPT

    Previous article

    JANGAN SALAHKAN ADAM SMITH

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Edukasi