Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil, dimana tujuan pendidikan karakter adalah meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah melalui pembentukan karakter peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa karakter yaitu “bulatnya jiwa manusia” sebagai jiwa yang “berasas hukum kebatinan”.

Dari penjelasan di atas, tentu saja kita masih menemukan sikap atau prilaku peserta didik dan atau anak-anak kita yang masih belum berprilaku sesuai yang diharapkan. Karakter yang ditanamkan di rumah atau sekolah belum sepenuhnya dijalankan dan diamalkan oleh anak-anak kita.

Contoh yang paling banyak kita temukan dalam lingkungan sekolah adalah masih banyaknya anak-anak menggunakan kata-kata yang tidak pantas kepada teman-temannya, bullying atau membuli temannya, mengganggu temannya, mengejek temannya, sikap kasar dan tidak menghargai temannya, mengkin juga melakukan tindakan kekerasan terhadap temannya. Dan masih banyak lagi yang kita temukan di dalam ruang kelas. Semua sikap itu tentu tidak mencerminkan sosok atau panutan hidup kita yaitu Yesus yang cinta akan persaudaraan.

Hari ini saya mengajak teman-teman sekalian melalui tema hari ini yaitu “Cinta Damai”. Sikap Cinta Damai adalah sikap yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Sahlan dan Angga dalam Nur Solaikah menyatakan bahwa “Cinta Damai” adalah sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadirian dirinya.

Maka apa yang harus kita lakukan dalam menerapkan karakter “Cinta Damai” dalam lingkungan sekolah kita. Menciptakan suasana kelas yang nyaman, tentram dan harmonis, peduli terhadap sesama, saling menghargai sesama peserta didik dan guru, berteman dengan siapa saja tanpa memandang suku, ras, dan agama, memiliki sikap tolerans,  bekerjaa sama dengan teman tanpa membeda-bedakan, tidak melakukan kekerasan baik verbal maupun nonverbal, tidak suka mengejek dan berkata sopan dengan siapa pun.

Gita Ivani Gresela Waruwu

Mastering English Accents for Effective Global Communication

Previous article

Rendang Muncul Di Tv Show Korea ” Backpacker Chef”

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini