Dalam pembuatan kover, terutama kover buku, banyak hal yang harus diperhatikan oleh desainer atau pembuat kover. Mereka yang bekerja di bidang ini tidak boleh asal-asalan dalam menentukan atau membuat kover, apalagi kover yang akan dibuat adalah pesanan penerbitan atau penulis (biasanya untuk dicetak). Maka dari itu, selain berdiskusi dengan penerbit, mereka harus berdiskusi dengan penulis mengenai isi buku agar kover tidak salah.

Berbicara mengenai kover, apalagi di zaman sekarang ini, banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat kover. Akan tetapi, apakah semua aplikasi dapat digunakan? Jawabannya, bisa iya, bisa juga tidak. Mengapa? Karena ada aplikasi yang memang dikhususkan untuk ide kover, ada juga aplikasi yang khusus untuk membuat kover.

Nah, kover itu sendiri tidak boleh dibuat secara asal-asalan. Dengan kata lain, disesuaikan dengan tema atau genre dari suatu cerita. Jangan sampai cerita humor yang dipenuhi cerita gelak-tawa, dibuatkan kover hantu atau hutan yang menakutkan. Iya, walaupun ada istilah jangan melihat cerita dari sampul. Akan tetapi, sampul atau kover itu sendiri berperan penting sebagai daya tarik.

Ada dua cara yang dapat digunakan dalam pembuatan sampul buku atau kover sesuai genre. Simak penjelasan berikut ini.

  1. *1. Pembuat kover harus tahu mengenai naskah*

Sejatinya, baik editor, layouter, maupun desainer atau ilustrator, sama-sama ada hak untuk membaca naskah secara keseluruhan agar tidak ada miskomunikasi dalam proses penerbitan sebuah buku. Perlu digarisbawahi, hal ini berlaku untuk sampul buku yang akan dicetak. Jika kover platfrom biasanya disesuaikan dengan kemauan penulis dan kebutuhan pasar. Dengan kata lain, tidak harus meninjau naskah yang akan ditulis.

Nah. Kenapa perlu? Karena jika ilustrator tidak mendapatkan gambaran yang jelas mengenai naskah, takutnya kover yang dibuat tidak sesuai dengan isi buku. Hal ini terlepas dikirimnya deskripsi kover oleh penulis.

Saya ada pengalaman di sebuah penerbitan indie, kalau tidak salah, pertengahan 2021. Penulis mengirimkan deskripsi kover kepada pihak penerbitan, lalu bagian deskover mulai menggarap. Alhasil, karena kurangnya pemahaman dari deskover mengenai deskripsi tersebut, kover yang seharusnya untuk genre horor, malah dibuat untuk genre young adult. Alhasil, penulis marah-marah dan menganggap deskover tidak cekatan dalam mengolah informasi.

Maka dari itu, jika bisa, selain memberikan deskripsi kepada deskover, berikan gambaran besar mengenai kover yang diinginkan. Hal ini tidak diwajibkan. Siapa tahu, penulis mengambil jasa orang lain dan tidak ingin naskah mereka disebar. Ini tergantung individu saja.

  • *2. Sesuaikan Kover dengan Genre*

Hal ini bagian paling penting dalam pembuatan kover. Genre atau jenis tulisan, sangat memengaruhi kover buku. Seperti cerita saya di atas, jika deskover salah dalam menentukan kover, tentu pembaca akan terkecoh dengan isi naskah.

Mengenai genre, deskover harus tahu bagian-bagian atau elemen dalam pembuatan kover masing-masing genre.

  • – Genre romansa dikenal dengan kisah-kisah yang emosional, karakter yang penuh nafsu dan keinginan kuat dalam hubungan, dan kebanyakan berakhir bahagia. Biasanya kover dengan genre romansa identik dengan warna merah muda atau cerah, sepasang kekasih, atau bentuk font yang indah. Biasanya, font yang digunakan Bernitha Angelica Berkeley, Edwardian Script, atau Kailey.
  • – Genre horor, thriller, misterius, atau supranatural. Genre ini lebih identik dengan cerita yang menegangkan atau dalam situasi yang berbahaya, dan alur cerita yang tidak terduga. Biasanya, kover yang disugusi mengandung kemisteriusan dan mengandung misteri. Dalam pembuatan kover ini identik dengan warna hitam, ilustrasi yang misterius, dan (font) tebal. Contoh font yang bisa digunakan, seperti Acumin, futura, steelfish.
  • – Genre fantasi identik dengan gambar ilustrasi yang unik dan menakjubkan, warna bisa disesuaikan, background disesuaikan juga, apakah penulis mengambil fantasi tinggi atau rendah. Untuk font sendiri, ada rekomendasi, seperti Cinzel, Imperia, fournier, atau Ashter.

Sementara itu, untuk font sendiri bisa didapatkan di berbagai web, ada yang menyediakan font gratis ada juga yang berbayar. Saran, lebih baik gunakan font gratis agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Selanjutnya, untuk ilustrasi, usahakan dibuat sendiri atau menggunakan jasa ilustrasi. Jangan sampai, antara kover satu dan kover lain sama karena mengambil di web atau apk gratis.

Yui
Penulis dan Pengarang

    Perempuan Dalam Panggung Politik, Ada Apa ?

    Previous article

    HARMONI DALAM KEBERAGAMAN; STRATEGI DAKWAH DI TENGAH MASYARAKAT YANG PLURAL

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Edukasi