Opini

Tiga Alasan Dakwah Perlu Rahmah Dari Haidar Bagir Untuk Da’I Muda 2021

0

Hari ini tepatnya 27 September 2021, merupakan hari pertama bagi 30 Da’I Muda terpilih Gerakan Islam Cinta Indonesia yang bekerjasama dengan PPIM, MERIT Indonesia, serta Peacegen Indonesia dalam pelatihan di Akademi Digital Untuk Da’I Muda 2021. Dalam pembukaan tersebut 30 Da’I Muda yang terpilih disuguhkan sebuah permaianan yang mengasah keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan oleh panitia.

Pembukaan yang begitu semarak membuat semangat saya dan teman-teman Da’I Muda terpilih juga ikut berkobar walaupun dalam kondisi virtual.
Pembekalan yang sangat luar biasa dari pihak GIC (Gerakan Islam Cinta) kepada 30 Da’I Muda terpilih, untuk menjadi para Da’I dan Da’iah yang penuh dengan pesan-pesan damai, Cinta dan welas asih kepada semua orang. Tentunya harapan tersebut juga menjadi harapan saya dan teman-teman Da’I Muda ini untuk menjadi anak muda yang toleran,damai, serta memahami dunia digital yang sangat berkembang hari ini dalam menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil’alamin kepada semua penghuni dunia, sebab kasih sayang Allah tersebut diperuntukkan untuk semua manusia di muka bumi ini.


Dengan berbagai rangkaian sesi yang ditampilkan oleh Gerekan Islam Cinta pada pembekalan perdana itu, seperti diantaranya, panitia memperkenalkan berbagai bentuk media yang mesti dikuasai oleh para Da’I dalam menunjang perannya sebagai pendakwah di era digital hari ini, seperti Kahoot.com ataupun menti.com, yang tentunya tidak kalah menarik dengan media-media digital lainnya yang mungkin tidak semua Da’I mengetahuinya sebelum ini.


Sebab realitas dakwah yang belakangan ini banyak ditampilkan oleh para pendakwah kita telah memberikan kesan dan citra Islam yang tidak lagi rahmah, damai, dan penuh Cinta, sebagaimana yang telah dicontoh oleh Nabi Muhammad Saw pada masanya. Citra Islam hari ini seolah-olah penuh kekerasan, kekakuan, intoleransi, dan bahkan menakutkan bagi keberagaman yang ada di negeri ini. Tentu ini menjadi sebuah fenomena yang membuat kita merenungi lagi bagaimana Islam yang rahmah tersebut.


Bagi saya pribadi ada sebuah sesi yang sangat menarik sekali, yaitu pemutaran video pendek yang memuat pesan-pesan dakwah yang mesti ramah serta penuh Cinta dari seorang Haidar Bagir kepada para Da’I Muda yang terpilih. Pesan yang sangat related sekali dengan kondisi para pendakwah kita di media digital hari ini, dan terkhusus terhadap kondisi para anak muda Indonesia dewasa ini. Pesan dakwah yang menurut saya sangat dibutuhkan sekali untuk semua pandakwah di negeri ini, tak hanya untuk para Da’I Muda yang terpilih, melainkan juga untuk siapapun yang memilih sebagai pendakwah dalam menyebarkan pesan-pesan Islam yang lebih luas.


Pertama, bahwa anak muda zaman sekarang penuh dengan tekanan, maka anak muda ini butuh yang namanya ketentraman dari dakwah agama. Tetapi ketika anak muda dalam proses pencarian ketentraman melalui agama tersebut, malah mereka menemukan berbagai praktik-praktik keberagamaan yang keras dan tidak ramah yang akhirnya semakin menambah beban dalam dirinya. Nah, hal demikian semakin membuat anak muda tidak lagi merasa tentram dengan ajaran agama.


Kedua, Bahwa dakwah hari ini sudah berwarna hukum dan legal dominasi, sehingga kondisi demikian diperlukan alternatif dakwah yang welas asih. Sebab praktik keberagamaan yang terfokus terhadap keadilan (hukum), maka yang tergambar dipermukaan adalah agama akan terdengar sebagai sesuatu yang keras. Jika praktik keberagamaan hanya berbicara dalam tataran normatif akan hal-hal halal dan haram, hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan, maka yang lahir adalah citra agama yang kaku dan membebankan.


Ketiga, bahwa Allah sebagai Sang Pencipta dan Rasul sebagai pembawa risalah selalu mencontohkan ajaran-ajaran agama yang rahmah dan mendahulukan rahmah. Maka dakwah kita hari ini, yang memang hidup di tengah-tengah kemajemukan diperlukan strategi dakwah yang ramah dan penuh Cinta. Sebab kasih sayang Allah tersebut untuk semua orang.


Tiga pesan dakwah yang disampaikan oleh Haidar Bagir ini, perlu menjadi acuan kita sebagai para pendakwah muda dalam menyebarkan pesan-pesan Islam yang welas asih tersebut

Nuraini Zainal

Hari Tani Nasional, Yang Harus Kamu Tau?

Previous article

Menanggapi Kejadian Anak Usia 6 Tahun Membuka Pintu Darurat Pesawat Citilink Saat Terbang

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini