Edukasi

Sunda Empire: Menakar Rasionalitas Dan Kritis Terhadap Informasi

0

Baru-baru ini netizen Indonesia dihebohkan dengan munculnya “keraton agung sejagat” yang mengaku sebagai keraton yang berasal dari runtuhan kerajaan majapahit di masa lampau. dikalah dengan hal tersebut juga muncul “Sunda Empire” yang mengaku sebagai sebuah pemerintahan dunia sendiri atau yang lebih mudah dipahami adalah seperti Monako di Prancis dan Roma di Italia. Dua hal yang tidak pernah dibayangkan selama ini oleh netizen indonesia. Bagaimana bisa ada saja orang yang terpengaruh oleh bujukan,claim, atau pernyataan seseorang dengan mudah demi untuk kepentingan mereka pribadi.

Apa saja hal yang mempengaruhi individu/kelompok dengan mudah di perdaya oleh kepentingan pribadi seseorang:

Pertama, Tidak mampu berfikir kritis atau tidak menggunakan akal sehat, ternyata pendidikan dan kemajuan teknologi informasi tidak mampu secara menyeluruh dapat menggerakkan fikiran seseorang untuk mampu bersikap rasional dan kritis terhadap informasi yang mereka dapat. hal yang dibutuhkan ternyata adalah pengalaman individu seseorang terhadap informasi. Dengan mempunyai pengalaman yang cukup terhadap informasi yang bisa didapat dari literasi media secara menyeluruh atau mengalaminya secara langsung lebih memberikan dampak yang positif terhadap pola pikir rasional dan kritis.

Kedua, Pikiran yang kacau, stres, tertekan, atau bercabang, makin banyak tekanan dalam hidup seseorang ternyata informasi palsu dapat dengan mudah masuk dan lambat laun dapat mencuci otak seseorang sehingga dengan mudah dikendalikan oleh orang lain yang mereka percayai. Hal ini banyak terjadi di negara supermaju, negara berkembang yang lambat dan negara miskin di dunia.

Ketiga, Kuatnya pengaruh pihak pemberi sugesti, Hal ini rata-rata terjadi pada orang/kelompok orang yang terlalu menganggap dirinya bukan siapa-siapa atau berlebihan mendewakan seseorang yang dapat menekan rasionalitas dan pola pikir kritis meraka. Umumnya kasus ini banyak terjadi di dunia kerja dengan segala tekanan dan kesibukannya.

Keempat, Adanya dukungan dari kelompok mayoritas, Kelompok mayoritas ikut menyumbang penekanan sikap kritis terhadap pola pikir seseorang. Dimana dengan dukungan yang kuat dari kelompok mayoritas menimbulkan kepercayaan yang tinggi pada seseorang untuk membenarkan atau menyalahkan setiap informasi yang masuk. Hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa manusia adalah makhluk sosial bukan hanya makhluk individu. Oleh sebab itu akan lebih bijak menempatkan kehidupan pada porsinya masing-masing, adakalnya kita hidup secara individu dan adakalanya kita hidup secara sosial.

Kelima, Adanya pengaruh yang berulang-ulang, inilah faktor yang umum terjadi saat masa kampanye atau ketika menjual sebuah produk yang di iklankan melalui media apa saja. dengan pengulangan yang dilakukan secara teratur dan terencana lambat laun akan menjadi fakta bagi seseorang yang kurang cakap dalam menerima informasi.

Jika dilihat lebih dalam faktor-faktor tersebut saling terkait dan yang bisa mentiadakan faktor tersebut adalah kecakapan rasionalitas dan pola pikir kritis seseorang terhadap informasi yang masuk.

Resolusi 2020 : Sebagai Generasi Muda Harus Peduli Bangsa

Previous article

Tradisi Serak Gulo Bersamaan Dengan Imlek , Ketua Panitia : Ini Bentuk Potret Toleransi di Padang.

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi