Sepanjang tahun 2014 – 2019, ruang publik kita cenderung memanas. Celah-celah kebencian dan permusuhan semakin mengemuka dan ditampilkan secara telanjang. Situasi politik sosial ekonomi, akhirnya menemui muaranya pada Pemilihan Umum yang baru saja kita helat. Banyak yang “harap-harap cemas” melihat arah bangsa ini, sekaligus “menghela nafas” melihat apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

Bangsa Indonesia yang digambarkan bangsa yang sopan, ramah dan sejuk, akhirnya diperlihatkan sisi gelapnya. Kita melihat banyak anomali, bagaimana mungkin kita yang mayoritas muslim akhirnya saling “serang-menyerang” karna perbedaan pilihan politik. Bagaimana mungkin, bangsa Indonesia yang beragam, akhirnya terpecah karena isu sukuisme.

Pada level akar rumput, pen-dikotomi-an ini terbuka lebar dan cenderung merusak tatanan masyarakat. Bagaimana mungkin kita bisa menolak jenazah hanya karena tidak satu barisan dengan kita. Sementara elit politik, menampilkan gagasan-gagasan yang memprovokasi masyarakat untuk menutupi kepentingan politik dan partainya. Bagaimana mungkin, kita akhirnya bisa “terkecoh” dengan apa yang ditampilkan elit politik di media elektronik.

Bulan Ramadhan kali ini jatuh pada bulan Mei. Tidak sampai satu bulan setelah kontestasi yang mendebarkan kemarin. Sebagai bulan yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan, sudah sepatutnya kita menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk intropeksi diri, sekaligus intropeksi kebangsaan.

Upaya-upaya sejuk mesti dilakukan. Dan dimulai dari diri kita sendiri.

Sebagai individu, kita seharusnya bertanya pada diri sendiri. Apakah kita termasuk bagian dari yang menyemaikan benih-benih kebencian dan permusuhan?

Marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai bulan “latihan”. Latihan untuk menahan diri, latihan untuk berkasih sayang kepada sesama dan latihan untuk tidak menyemai nilai-nilai kebencian dan permusuhan.

  • Onriza Putra ll DD SUMBAR
Onriza Putra

Ijtima Ulama Jilid 3, Berpotensi Memicu Konflik

Previous article

Ahlan Wa Sahlan Bulan Ramadhan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi