Berita

Puasa Pasien COVID

Ditulis Oleh Husnul Hayati

0

Puasa Ramadan 2021 tidak wajib bagi pasien Covid-19
Umat muslim diseluruh pelosok dunia saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ini merupakan puasa kedua kalinya dilaksanakan dengan pelaksanaan yang berbeda, setelah adanya Covid-19. Tak terkecuali di Indonesia, pelaksanaan sholat tarawih berjamaah sampai dengan libur mudik lebaran juga ikut diatur dengan pelaksanaan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Dikutip dari kabar24.com Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan resminya menyampaikan puasa Ramadan wajib dilakukan bagi orang yang sehat dan kondisi kekebalan tubuhnya baik.
Dengan begitu puasa Ramadhan tidak wajib bagi pasien Covid-19 sama juga berlaku bagi pasien orang tanpa gejala (OTG). “Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik bergejala dan tidak bergejala (OTG) masuk dalam kelompok orang yang sakit,” tulis Haedar dalam keterangan resminya, Senin, (12/4/2021).
Selain itu, Haedar juga menegaskan pengecualian kewajiban puasa juga berlaku bagi tenaga kesehatan. Pertimbangan utama bagi tenaga kesehatan adalah berhati-hati guna menjaga agar tidak tertular Covid-19. Meski begitu, puasa yang ditinggalkan harus diganti setelah Ramadan.
Selain itu, Haedar menegaskan, vaksinasi dapat dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa karena diberikan tidak melalui mulut atau rongga tubuh lainnya, seperti hidung. Vaksinasi juga tidak memuaskan keinginan dan bukan merupakan zat makanan yang mengenyangkan.
Adapun bagi lingkungan masyarakat yang disekitar tempat tinggalnya terdapat penularan covid-19 dianjurkan untuk tidak melakukan sholat berjamaan di masjid, baik sholat fardhu, sholat Jum’at dan sholat tarawih. Melainkan melaksanakan seluruh kegiatan keagamaan di rumah masing-masing.
Sedangkan untuk lingkungan masyarakat yang sudah mulai bersih dari covid-19 yang sudah mulai kembali melakukan kegiatan seperti biasanya, terutama dalam pelaksanaan ibadah keagamaan di luar rumah agar selalu menjaga kesehatan dan melaksanakan tata tertib kesehatan.

Islam Dan Adat Di Ranah Minang Tidak akan Padam

Previous article

Belajar Dari Bobon Santoso “Mabuk Hela atuh”

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita