EdukasiOpini

Penggiat Toleransi dan Perdamaian Sepakat Kekurangan “Gaung”

0

Redaksi- Duta Damai Sumbar, pada tanggal 9 Agustus kemaren duta damai sumatera barat kembali melaksanakan webinar. Berbeda dengan Webinar pertama dengan tema Toleransi kali ini Duta Damai Sumbar mengadakan Webinar dengan tema peran generasi muda dalam perdamaian.

Webinar kali ini mendatangkan narasumber yaitu Angelique Maria Cuaca (Pemuda Lintas Agama Kota Padang), Mayhendra (Pusaka Foundation), Rikki Fernando Sinaga (GAMKI Sumbar) dan Letticia Edlina Gomez (Youth Ambassador for Peace, Malaysia).

Pada Webinar kali ini ada pertanyaan dari salah satu peserta kenapa saat kasus intoleransi di Dharmasraya yang lalu tidak terlihat peran komunitas yang berisikan anak muda?

Menjawab hal tersebut Pelita Padang menampik kalau komunitas anak muda juga ikut dalam mempercepat penanganan kasus tersebut terutama dalam proses advokasi mas Sudarto, yang merupakan aktivis penggiat HAM dan tergabung dalam Pusaka foundation dan juga telah mengeluarkan press realis terkait tanggapan mereka dari kasus intoleransi di Dharmasraya tersebut namun tidak pernah dirilis oleh media di sumatera barat.

Kemudia Gamki Sumbar mengatakan mereka sudah melakukan pendampingan terhadap saudara Sudarto. Kemudian juga di benarkan oleh pusaka foundation bahwa telah banyak pihak yang membantu saudara Sudarto untuk bisa menghadapi kriminalisasi tersebut, dan menyampaikan bahwa mari kita bekerjasama sesuai kapasitas dan visi misi komunitas kita masing-masing karena tidak semua komunitas penggiat perdamaian melaksanakan kegiatan yang sama. Ada komunitas yang aktif dalam kemasyarakatan dan ada yang aktif di media maupun di media sosial namun kita harus saling berkomunikasi demi menarik benang merah kesepahaman organisasi.

Para narasumber sepakat bahwa mereka kekurangan “Gaung” banyak komunitas yang telah berbuat namun mereka jarang atau tidak pernah diliput oleh media. Sehingga tidak akan terdengar sepak terjang mereka dalam beraktivitas sosial. Media hanya tertarik dengan isu-isu yang menjual dan bernada negatif atau dibayar dalam pemberitaan nya.

Webinar Ke-2 Sukses lagi, Terimaksih Generasi Muda Indonesia

Previous article

Detik Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Edukasi