Opini

Menatap Olahraga Ditengah Pandemi Covid-19

0

Onriza Putra – Anggota UKO UNAND, Youth Ambassador For Peace BNPT RI

(Disampaikan dalam Ngobrol Bareng UKO UNAND, 21 Mei 2020)

Sumber Foto : Ayo Semarang

Wabah Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat luas dan menghantam berbagai sektor, termasuk dunia olahraga. Beberapa imbasnya yaitu penundaan kegiatan-kegiatan olahraga, baik skala lokal, nasional dan tentu saja global. Dunia olahraga juga turut serta berpartisipasi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Berikut beberapa catatan terkait olahraga di tengah pandemi.

a. Imbas Pandemi Covid-19 Terhadap Olahraga

  1. Lokal

a. Pekan Olahraga Provinsi XVI 2020 (Porprov 2020 rencananya akan diselenggarakan di Pasaman Barat, namun Pasaman Barat menyatakan tidak siap, sehingga Porprov 2020 dihelat dengan konsep tuan rumah bersama. Pada rapat final yang diselenggarakan oleh KONI Sumbar dan KONI daerah, ditetapkan 13 Kabupaten/Kota untuk menjadi tuan rumah dan mempertandingkan 27 cabang olahraga. Kota/kabuapaten tersebut yaitu Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Mentawai, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam. Informasi dari media massa (berita minang), Ketua KONI Sumbar Syaiful, SH, M. Hum menyatakan besar kemungkinan bahwa Porprov akan diundur karena penyebaran Covid-19 yang terus meningkat, sehingga berdampaknya sulitnya persiapan panitia dan dan terkendalanya latihan atlit. Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar dan Agam juga diberitakan melayangkan surat penundaan karena terbatasnya dana akibat dialihkan ke penanganan Covid-19. Hingga saat ini, belum ada SK Gubernur yang menyatakan penundaan Porprov XVI 2020.

  1. Nasional

a. Pekan Olahraga Nasional 2020, Papua (Komisi X DPR (Syaiful Huda) dan Kemenpora sepakat untuk menunda PON dalam rapat Kerja Virtual pada 14 April karena ketidakpastian. Covid-19 telah mengganggu tahapan PON seperti lelang pengadaan alat barang, negara-negara pengekspor alat olahraga juga tidak siap karena Covid-19. Selain itu, persiapan atlie dan pembangunan arena juga terganggu karena Papua telah menetapkan pembatasan.

b. Liga 1 (Liga 1 telah dihentikan sejak tanggal 16 Maret 2020 hingga Mei 2020 berdasarkan perkembangan keadaan. Kebijakan ini dilakukan dengan menerbitkan Surat Keputusan . Pada akhir Maret, PSSI mengeluarkan SKEP/48/III/2020 tanggal 27 Maret 2020 terkait situasi liga dalam keadaan kahar/force majeure sesuai status tanggap darurat BNPB.

c. Indonesia Open 2020 (16-21 Juni ditunda ke September 2020)

  1. Global

a. Olimpiade Tokyo 2020 (dijadwalkan 24 Juli – 9 Agustus 2020. Komite Olahraga Internasional (IOC) dan Panitia Penyelenggara (TOGOC) sepakat untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020 secara resmi pada 24 Maret 2020 setelah sebelemnya mengakami tarik ulur dan perdebatan panjang. Penundaan Olimpiade diselipi oleh ancaman pemboikotan, kritikan dari AS dan atlit-atlit, penarikan diri sebagai peserta (Kanada) dan campur tangan WHO. Indonesia sebenarnya sudah memasikan 6 atlet yang lolos ke Olimpiade yaitu Muhammad Zohri (atletik), Eko Yuli Irawan (angkat besi 69 kg), Windy Cantika Aisah (angkat besi 49 kg), Vidya Rafika (menembak nomor air rifle putri0, Riau Egha Agatha dan Diananda Chairunnisa (panahan).

b. Piala Eropa 2020 (12 Juni-12 Juli 2020 di 12 Kota. UEFA resmi menunda Piala Erpa hingga 2021 pada 17 Maret 2020.

c. Moto GP 2020 (Laga pembuka, 21 Juni 2020,

d. Piala Thomas dan Uber cup, Denmark (16-24 Mei ditunda menjadi 15-23 Agustus dengan mempertimbangkan resiko kesehatan, keselamatan dan logistik.

b. Partisipasi Individu, Federasi/Oganisasai Olaraga Melawan Pandemi

  1. Kemenpora/KOI/PSSI

Dirujuk dari situs Covid19.go.id, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali meluncurkan “Lomba Senam Stay at Home Challenge” untuk mengkampanyekan meningkatkan kebugaran, daya tahan tubuh dan menjaga imunitas. Gerakan ini dirancang untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dan dilakukan terhitung sejak 1 Mei hingga Agustus 2020. Kemenpora juga menginisiasi #1MenitFitLawanCovid yang diisi dengan praktek-praktek olahraga ringan yang bisa dilakukan dirumah dan dilakukan oleh atlie-atlit Indonesia.

Kemepora beserta stakeholder lainnya (KONI dan Cabang-Cabang Olahraga) telah menyepakati untuk mentaati aturan yang dibuat oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk menjalankan protocol kesehatan dengan meniadakan segala aktivitas kompetisi karene berpotensi menimbulkan kerumunan. Untuk itu, Kemenpora menerbitkan Surat Protokol Nomor : 3.17.4/SET/III/2020 tentang Protokol Kewaspadaan Pencegahan Wabah Covid-19 Bagi Kegiatan Keolahragaan. Protokol Kewaspadaan ini mencakup Proses Pelatnas, Kompetisi dan Kejuaraan Olahraga Nasional dan Daerah, Mengikuti Event Internasional, Perubahan Anggaran yang di Peroleh dari Kemenpora, Olahraga Massal Non Prestasi dan Penyampaian Laporan.

Untuk PON 2020 yang rencananya akan dihelat pada 20 Oktober-2 November 2020, ditunda hingga Oktober 2021.

PSSI selaku induk sepakbola Indonesia, ditengah Pandemi merilis Official Home Jersey Tinmas yang bekerjasama dengan Mills pada 17 April 2020. PSSI juga mengkampanyekan tagar #MerayakanSepakbola di instagram. PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada 18 Mei, yang akan membahas Kepastian Kompetisi dan Subsidi dan Business Plan LIB.

Sebagai bentuk kepedulian, PSSI bekerjasama dengan Mills membagikan 1000 Alat Pelindung Diri (APD) di beberapa fasilitas layanan kesehatan sepert di Kota Depok. Yang patut kita catat, tepat pada 19 April 2020, PSSI merayakan usianya yang ke-90 tahun sekaligus akan mengusulkan Soeratin (penggagas PSSI) sebagai Pahlawan Nasional.

PSSI menggelar rapat exco pada tanggal 12 Mei 2020 untuk membahas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U20 2021 serta kelanjutan kompetisi Liga 1. Menurut Ketua PSSI, Piala Dunia masih on schedule. Pada 11 Mei 2020, PSSI diwakili oleh Plt Sekjen Yunus Nusi mengadakan virtual meeting dengan FIFA terkait pelaksanaan persiapan Piala Dunia U20 2021 untuk melaporkan update dan perkembangan situasi di Indonesia.

Beberapa perguruan tinggi juga mengadakan webinar terkait dengan olahraga dan pandemic, seperti Universitas Negeri Semarang (18 Mei) yang menghadirkan Menpora sebagai Keynote Speaker.

Garuda Nusantara mengadakan Belajar Bareng dikanal youtube dengan mengundang Indra Syafri sebagai pemateri Mengenal Filosofi Sepak Bola Grassroot.

  1. Federasi Luar Negeri

Federasi Sepak Bola Jerman menyumbang 2,5 juta euro untuk membantu penanganan Covid-19. Federasi Sepakbola Myanmar (MFF) melalui presidennya Zaw Zaw, menyumbangkan uang untuk masyarakat sepakbola di Myanmar dan membantu mantan pemain nasional dan mantan wasit dengan memberikan uang tunai dan beras.

  1. Individu

Bintang Sepakbola Cristiano Ronaldo menunjukkan solidaritasnya dengan menyetujui pemotongan gaji yang diperkirakan mencapai 69,6 M, memantu rumah sakit di Portugal senilai 18, 3 M, menyumbangkan separuh bonus dari Timnas Portugal.

Lionel Messi juga menyetujui pemotongan gaji sebanyak 70 persen dan menyumbang 18, 6 M untuk Rumah Sakit Universitas Barcelona dan pusat-pusat medis di Argentina.

Neymar menyumbang 15,5 M untuk UNICEF dan menggalang aksi bersama dengan mengkampanyekan “solidaritas harus lebih menular daripada virus”.

Dalam negeri, Marco Simic menyumbangkan uang 100 Juta dan melelang medali Liga 1 2018 sehaga 26 Juta. Riko Simanjuntak melelang jersey dan sepatu seharga 5.1 juta. Beberapa pemain lain juga melakukan hal yang sama dibawah naungan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Dalam lama kitabisa APPI, jumlah donasi hasil lelang mencapai 115.085. 142.

Sejumlah klub Liga 1 dan atlit-atlit Indonesia juga mengadakan lelang barang (Persib 800 APD, 1.050 pelindung wajah dan 62.000 masker, Persija lelang barang senilai 286, 67 juta, Arema FC 80 pelindung wajah,paket bantuan bahan pangan dan 2.000 nasi bungkus, PS Sleman lelang 88 jersey senilai 88,4 juta, Kevin Sanjaya lelang sepatu, jersey dan raket senilai 61 juta, dll). Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong juga menyumbangkan APS ke rumah sakit Pelni, Jakarta.

  1. IOC/FIFA

Presiden FIFA Giani Infantino menyatakan sepakbola bisa membantu dunia pulih dari Covid-19. Pernyataan dilakukan dengan menunda seluruh kompetisi. Olahraga termasuk kegiatan yang sangat berpotensi menimbulkan kerumuman orang. Dengan melakukan penundaan kegiatan olahraga, secara tidak langsung olahraga memutus rantai penyabaran Covid-19.

FIFA menyumbang 152 Milyar untuk membantu penanganan Covid-19 dan 2.3 T untuk negara anggota yang terdampak.

c. Olahraga di Dunia Maya

  1. Juggling Chalengge
  2. 1MenitFitLawanCovid
  3. Piala Online

d. Prediksi Masa Depan Olahraga

  1. Kerugian Finansial

Pandemi Covid 19 secara nyata telah mengacaukan kompetisi olahraga baik lokal, nasional dan internasional. Penundaan kompetisi berdampak langsung terhadap kerugian financial terhadap klub, sponsor, atlit, hak siar dan lain-lain. Bahkan diberitakan bahwa klub-klub di Indonesia tidak mampu membayar gaji pemain. Kerugian financial ini diakibatkan oleh hilangnya penghasilan dari tiket dan hotel.
Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 disinyalir akan mengalami kerugian financial besar. Jepang telah menyediakan 178, 12 T untuk mempersiapkan olimpiade ini. Kerugian yang akan dialami jepang akan dirasakan oleh perusahaan-perusahaan asuransi, sposnsor dan hak siar televisi.

  1. Terjadinya penumpukan

Tahun 2020 sebenarnya menjadi tahun yang banyak menyelenggarakan event-event olahraga. Sejak dahulu tahun genap lebih banyak dipilih sebagai waktu penyelenggaraan. Dengan semakin merebaknya jumlah kasus penyebaran Covid 19 di banyak negara, membuat banyaknya penundaan event-event olahraga berskala internasional. Hal ini membuat tahun 2021 akan menjadi tahun penyelenggaraan yang padat.
Piala Dunia, Piala Eropa dan Olimpiade termasuk event olahraga yang dijadwalkan di tahun genap. Sejak 1960, Piala Eropa tidak pernah mengalami penundaan. Olimpiade yang dimulai tahun 1896, pernah mengalami penundaan tahun 1916 karena Perang Dunia I dan 1940, 1944 karena Perang Dunia II. Olimpiade 2016 tetap terlaksana meski adanya kekhawatiran wabah virus Zika.
Akibat dari penundaan ini adalah banyaknya pegelaran-pegelaran olahraga internasional yang akan dihelat pada tahun 2021. Hal ini akan menyebabkan penumpukan yang mengakibatkan polemik jadwal sponsor, persaingan penonton lewat tayangan televisi. Perlu diketahui, Copa Amerika, Piala Dunia Antar Klub, Piala Eropa U-21 Piala Eropa Wanita dan Piala Dunia U-17 di Peru juga akan dilaksanakan tahun 2021. Termasuk Piala Dunia U-20 di Indonesia. Penundaan Olimpiade dikhawatirkan akan sangat mengganggu kalender olahraga lainnya.

  1. Kemungkinan tanpa penonton

Banyak yang mengatakan, apalah artinya olahraga tanpa adanya supporter. Apapun jenis pertandingan tersebut, sorak sorai pendukung menjadi pewarna kompetisi. Setidaknya, pertandingan tanpa penonton membayangi pertandingan-pertandingan olahraga pasca Covid-19 berakhir.

Bolalob memprediksi beberapa kenormalan baru di ranah sepakbola pasca pandemi yaitu, stadion tanpa penonton, karantina tim, selebrasi gol, semprotan disinfekstan, konferensi pers pasca pertandingan dan botol minuman per pemain.

  1. Menetapkan pertandingan diwilayah hijau

Ditengah bingungnya federasi-federasi olahraga dalam melanjutkan kompetisi ditengah pandemi, muncul usulan bahwa sisa pertandingan akan digelar di wilayah yang bebas Covid-19. Usulan ini muncul dari Premier League yang diusulkan di Perth, Australia. Namun kendala yang akan muncul adalah pendanaan dan hak siar.

Khusus Indonesia, Menpora akan menyiapkan grand design olahraga nasional pasca pandemi.

Onriza Putra

Mengenal Kang Yudi Latif : Pemikiran dan Gagasan

Previous article

Covid-19 di Sumatera Barat dan Hal-Hal Yang Harus Sanak Ketahui (Bagian Keduabelas)

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Opini